Mengenal Vaksin HPV: Manfaat dan Efek Samping

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:19 WIB
Mengenal Vaksin HPV: Manfaat dan Efek Samping
Foto oleh cottonbro dari Pexels

Suara.com - Memberikan vaksin kepada setiap orang guna mencegah virus atau penyakit menular adalah hal wajar. Salah satu vaksin yang sedang hangat dibahas saat ini adalah vaksin HPV. Memang, vaksin ini terbilang merupakan vaksin yang sudah cukup lama diberikan, namun belakangan urgensinya kembali ditekankan, agar penularan HPV sendiri bisa ditekan.

Apa Itu Vaksin HPV?

Vaksin ini adalah vaksin yang bertujuan untuk pencegahan penyakit Human Papilloma virus. Virus ini sendiri bisa menjangkiti pria dan wanita, dan memiliki efek yang berbeda.

Pada kaum pria, virus HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, kutil kulit, kanker anus, hingga kanker penis. Pada kaum wanita, efeknya adalah kanker leher rahim, kanker vagina, kanker vulva, kutil kelamin, serta kutil kulit.

Maka tak heran jika vaksin ini diwajibkan untuk semua orang, untuk mengurangi risiko penularan HPV secara umum.

Populer untuk Kalangan Wanita

Sebenarnya vaksin HPV ini sendiri lebih populer di kalangan wanita. Lebih spesifik, untuk anak-anak usia 10 tahun ke atas. Mengingat risiko HPV dan efeknya begitu buruk untuk kaum perempuan, vaksin ini seperti wajib diberikan.

Tapi belakangan vaksin HPV juga diberikan pada anak laki-laki. Alasannya cukup sederhana, karena penularan HPV terjadi karena kontak fisik secara langsung, maka kaum laki-laki juga perlu perlindungan pada virus ini. Selain agar tidak terjangkit, juga untuk mengurangi resiko penularan dari satu orang ke orang lain.

Vaksin ini umum diberikan pada anak-anak berusia 11 dan 12 tahun, sehingga daya tahan tubuh terhadap virus tersebut bisa terbentuk dengan lebih baik seiring berjalannya usia.

Tapi Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kepercayaan Anda untuk mengetahui saat paling tepat memberikan vaksin ini. Sedikit catatan, vaksin HPV tidak boleh diberikan pada ibu hamil, dan baru bisa diberikan setelah melahirkan.

Ilustrasi vaksin HPV. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi vaksin HPV. (Sumber: Shutterstock)

Adakah Efek Sampingnya?

Efek samping yang muncul sebenarnya tak terlalu parah. Umumnya, gejala yang muncul pasca vaksin HPV adalah demam, mual, nyeri pada lengan, sakit kepala ringan, dan gejala ringan lain. Efek samping atau KIPI ini sering muncul setelah menerima dosis vaksin.

Itu tadi beberapa informasi mengenai vaksin HPV yang bisa kami bagikan. Semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat, dan tetap jaga kondisi kesehatan Anda setiap saat!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memahami HPV adalah Resiko Banyak Orang, Simak Ulasannya di Sini!

Memahami HPV adalah Resiko Banyak Orang, Simak Ulasannya di Sini!

Health | Rabu, 12 Januari 2022 | 13:06 WIB

Inggris Berhasil Cegah 87 Persen Kasus Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Inggris Berhasil Cegah 87 Persen Kasus Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Health | Jum'at, 05 November 2021 | 14:53 WIB

Penelitian Inggris Ini Membuktikan Vaksin HPV Bisa Menurunkan Risiko Kanker Serviks

Penelitian Inggris Ini Membuktikan Vaksin HPV Bisa Menurunkan Risiko Kanker Serviks

Health | Kamis, 04 November 2021 | 18:54 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB