facebook

Begini Cara Indonesia Punya Stok Vaksin Covid-19 Melimpah

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Begini Cara Indonesia Punya Stok Vaksin Covid-19 Melimpah
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Freepik)

"Di Indonesia itu kan beberapa skema digunakan, ada skema bilateral, multilateral termasuk juga COVAX facility," ungkap Siswanto.

Suara.com - Meski sama-sama sebagai negara yang tidak memproduksi vaksin Covid-19, strategi Indonesia nyatanya lebih unggul dari Afrika dalam mencapai target vaksinasi terhadap 208 juta penduduknya.

Hal ini diungkap dr. Siswanto, MHP, DTM, yang kini bertugas di New Delhi, India sebagai WHO, The South-East Asia Region dalam acara diskusi FNM Society, Minggu (16/1/2022) malam.

Siswanto mengatakan, alih-alih hanya mengandalkan COVAX program bantuan vaksin dari WHO, Indonesia melancarkan sejumlah 'jurus' untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

"Di Indonesia itu kan beberapa skema digunakan, ada skema bilateral, multilateral termasuk juga COVAX facility," ungkap Siswanto.

Baca Juga: Kelurahan Krukut Zona Merah Covid-19, 49 Warga Positif Dibawa ke Pusat Isolasi, 40 Lainnya Isoman di Rumah

Ilustrasi Vaksin Booster, kriteria orang tidak boleh vaksin booster (Freepik)
Ilustrasi Vaksin Booster, kriteria orang tidak boleh vaksin booster (Freepik)

Skema ini sangatlah berbeda dengan kondisi di Afrika yang hanya mengandalkan COVAX facility. Padahal negara tersebut tidak memproduksi vaksin, sekaligus punya jumlah penduduk yang cukup banyak. 

"Afrika kalau kita bandingkan dengan di negara yang tingkat reproduksi vaksinnya rendah, ternyata apa? Karena mereka hanya bertumpu pada COVAX facility," tutur Siswanto.

Kondisi inilah yang menyebabkan adanya ketimpangan akses vaksin di dunia. Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mentargetkan 70 persen penduduk di semua negara pertengahan 2022  sudah divaksinasi Covid-19. 

Namun mirisnya, beberapa waktu lalu Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyoroti, hingga 2022, lebih dari 85 persen penduduk Afrika belum menerima satupun dosis vaksin Covid-19.

Mayoritas penduduk Afrika yang belum divaksinasi ini, dipandang Ghebreyesus sebagai celah yang belum ditutup, sehingga pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. 

Baca Juga: Kesibukan Desa Dupa di Vietnam Jelang Tahun Baru Imlek

Termasuk kehadiran varian Omicron yang ditemukan di Afrika, mampu menginfeksi orang yang sudah divaksinasi, kini jadi ancaman dunia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar