facebook

Demi Menyelamatkan Nyawa, Pria Asal Malaysia Ini Sudah Donor Darah Sebanyak 166 Kali Sejak 1997

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Demi Menyelamatkan Nyawa, Pria Asal Malaysia Ini Sudah Donor Darah Sebanyak 166 Kali Sejak 1997
Ilustrasi donor darah (Suara.com 16/9).

Ibrahim tidak berencana untuk berhenti donor darah hingga usianya 58 tahun, sementara kini usianya baru 53 tahun.

Suara.com - Bagi beberapa orang, donor darah mungkin bukanlah suatu keharusan. Tetapi tidak bagi seorang lelaki bernama Ibrahim Mat Taib.

Menurut laporan World of Buzz, lelaki asal Kota Bharu, Kelantan, Malaysia ini sudah melakukannya sejak 1997. Ia mengaku harus donor sebulan dua kali, yang artinya hingga kini ia sudah melakukannya sebanyak 166 kali.

Ibrahim tidak berencana untuk berhenti donor darah hingga usianya 58 tahun, sementara kini usianya baru 53 tahun. Tujuannya adalah melakuan 200 kali donor darah.

Semua ini berawal dari 25 tahun yang lalu, ketika temannya mengalami kecelakaan dan kehilangan banyak darah. Kejadiannya memburuk ketika stok darah di rumah sakit sangat langka.

Baca Juga: 5 Manfaat Buah Anggur: Turunkan Tekanan Darah Hingga Bisa Cegah Kanker

Ibrahim pun segera mendonorkan darahnya untuk pertama kali demi menyelamatkan hidup temannya.

Ilustrasi donor darah. (Shutterstock)
Ilustrasi donor darah. (Shutterstock)

Sejak saat itu, ia pun bertekad untuk selalu mendonorkan darahnya hingga lebih dari dua dekade atau 20 tahun.

"Sejak saat itu, keinginan saya untuk mendonor darah semakin kuat dan jika tidak melakukannya, saya merasa tidak nyaman seolah-olah saya berutang kepada orang yang membutuhkan darah untuk bertahan hidup," jelas Ibrahim.

Selain menyelamatkan hidup, berdasarkan laman Health Matters, donor darah juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, yakni:

1. Jantung dan sistem pembuluh darah lebih sehat

Baca Juga: Studi: Obat Pengontrol Tekanan Darah Dapat Merusak Ginjal Jika Dikonsumsi Jangka Panjang

Donor darah secara teratur dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih rendah dan risiko serangan jantung yang lebih rendah.

"Ini pasti membantu mengurangi faktor risiko penyakit kardiovaskular," kata direktur kedokteran transfusi di NewYork-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center, Robert DeSimone.

2. Hidup lebih bahagia dan lebih panjang

Satu donor darah dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa, menurut Dr. DeSimone.

Orang biasanya mendoronorkan darahnya karena merasa senang bisa membantu orang lain, dan kesukarelaan telah dikaitkan dengan hasil kesehatan yang positif, termasuk rendahnya risiko depresi dan umur yang lebih panjang.

"Saya tidak melakukan ini untuk imbalan, saya juga yidak mengharapkan penghargaan dari siapa pun. Saya secara sukarela menyelamatkan nyawa," tandas Ibrahim.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar