facebook

Varian Omicron Bukan Turunan Covid-19, Ahli Sebut 2 Pandemi sedang Berdampingan!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Varian Omicron Bukan Turunan Covid-19, Ahli Sebut 2 Pandemi sedang Berdampingan!
Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Dok. Envato)

Ahli virologi mengatakan varian Omicron bukan turunan dari virus corona Covid-19.

Suara.com - Seorang ahli virologi terkenal mengatakan bahwa varian Omicron adalah strain yang menyimpang dari pandemi virus corona Covid-19 sesungguhnya.

Karena itu, Dr T Jacob John, seorang ahli virologi menyatakan situasi yang sekarang ini terjadi adalah dua pandemi sedang berjalan berdampingan, yakni pandemi yang disebabkan varian Delta dengan varian virus corona Covid-19 lainnya dan varian Omicron.

Jacob juga mengatakan pandemi virus corona diperkirakan akan terus berkembang dengan melihat situasi sekarang. Terlebih, varian Omicron menyebar cukup cepat dan luas.

"Jadi, saya berpendapat varian Omicron ini belum jelas keturunan dari mana. Tapi, ada kemungkinan varian baru ini berasal dari Wuhan-D614G. Sekarang ini, kita masih melihat perkembangan pandemi," kata Jacob John, direktur Pusat Penelitian Lanjutan ICMR dalam Virologi dikutip dari The Hans India.

Baca Juga: Mencuci Hidung Dengan Nose Sanitizer Mampu Bunuh Virus Corona, Benarkah?

Karena varian Omicron ini dinilai menyimpang dari turunan virus corona Covid-19, Jacob dan timnya berpendapat sekarang ini sedang ada dua pandemi yang berlangsung berdampingan, yakni varian Delta dan kerabatnya serta varian Omicron dan varian lainnya yang akan datang.

Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Dok. Envato)

"Kami yakin karena penyakit yang ditimbulkan dari keduanya juga berbeda," jelasnya.

Varian Delta dan kerabatnya menyebabkan Pneumonia-hypoxia-multiorgan damage disease. Sedangkan, varian satunya adalah penyakit saluran pernapasan atas/tengah yang mendorong penyakit kronis yang sebelumnya sudah ada.

Terkait isu mengenai varian virus corona yang akan datang lebih menular tetapi tidak mematikan, Jacob berpendapat bahwa patogen baru mampu beradaptasi dengan inang manusia dan dalam prosesnya cenderung menjadi lebih menular tetapi tidak mematikan.

"Tapi, hal itu akan terjadi dalam rentang waktu yang lama, bukan satu atau dua tahun. Kita perlu belajar dari munculnya varian Delta, yang muncul belakangan tetap lebih cepat menyebar dan mematikan," katanya.

Baca Juga: Tren Kenaikan Kasus COVID-19, Apakah Indonesia Sudah Diambang Gelombang Ketiga Virus Corona?

Kali ini, varian Omicron dinilai sebagai varian virus corona yang sangat menular dan mendorong terjadinya gelombang ketiga pandemi virus corona Covid-19. Tetapi, varian Omicron diketahui hanya memicu gejala ringan dan tidak mematikan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar