Agar Target Cegah Stunting Tercapai, Nutrisionis Sarankan Bansos Jangan Berisi Beras dan Minyak

Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:23 WIB
Agar Target Cegah Stunting Tercapai, Nutrisionis Sarankan Bansos Jangan Berisi Beras dan Minyak
Ilustrasi anak makan ikan. (Shutterstock)

Suara.com - Konsumsi zat gizi seimbang jadi kunci utama dalam mencegah stunting pada anak-anak, terutama selama 1.000 pertama kehidupannya.

Ketua Asosiasi Nutrisionis Indonesia DPP Persagi Dr. Andrianto SH. M.Kes., mengatakan, protein hewani menjadi zat gizi terpenting untuk mencegah stunting. Ia menyarankan agar ibu hamil harus cukup konsumsi protein hewani, begitu pula anaknya setelah lahir.

"Protein hewani penting karena di dalamnya ada zinc yang bagus untuk tumbuh kembang anak," kata dokter Andrianto dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Jumat (21/1/2022).

Protein hewani paling mudah dan murah bisa didapatkan dari ikan, seperti pindang, teri, juga ikan tuna.

Ilustrasi anak makan sayur dan buah. (Pexels)
Ilustrasi anak makan sayur dan buah. (Pexels)

Menurut dokter Andrianto, pemerintah sangat berperan penting dalam membantu masyarakat dapat kecukuoan gizi. Sehingga target menurunkan stunting hingga 14 persen pada 2024 bisa tercapai.

Ia menyarankan, saat memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat, sebaiknya jangan memberikan beras dan minyak.

"Kalau dalam konteks stunting, ya, tidak memberikan bantuan beras, gula atau minyak. Tapi lebih banyak memberikan bantuan protein hewani, lebih banyak ikan dalam kaleng misalnya," saran dokter Andrianto.

Ia menambahkan, apabila ibu hamil kurang asupan protein hewani, begitu pula anaknya setelah lahir, maka risikonya fisik tidak bertumbuh baik juga perkembangan otaknya tidak optimal.

Dampak jangka menengah dari stunting akan menyebabkan anak tumbuh pendek juga kemampuan kognitifnya rendah. Tak selesai di situ, dalam jangka panjang, anak yang stunting juga lebih berisiko obesitas dan mudah sakit saat dewasa.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Belum Satu Harga, Ini Kata Disperindag Lampung

"Kemudian ada gangguan metabolisme, sehingga pada usia 40 tahun ke atas cenderung akan memiliki penyakit degeneratif seperti kencing manis, ginjal, hipertensi, dan sebagainya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI