facebook

Indra Penciuman Hilang Akibat Virus Corona Covid-19, Bisa Jadi Faktor Genetik

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Indra Penciuman Hilang Akibat Virus Corona Covid-19, Bisa Jadi Faktor Genetik
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Faktor genetik berhubungan dengan indra penciuman dan perasa yang hilang akibat virus corona Covid-19.

Suara.com - Sebuah penelitian baru yang diterbitkan di Nature Genetics, menemukan penyebab beberapa orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 kehilangan indra penciuman dan perasannya terletak pada faktor genetik.

"Bagaimana kita bisa terinfeksi virus corona hingga kehilangan indra penciuman masih belum jelas," kata Dr. Justin Turner, seorang profesor otolaringologi di Universitas Vanderbilt di Nashville, Tenn dikutip dari Fox News.

Para peneliti dari 23andMe, sebuah perusahaan genomik dan bioteknologi, menganalisis data dari 69.841 orang di Amerika Serikat dan Inggris Raya yang mengikuti survei online setelah menjalani tes positif virus corona Covid-19.

Mereka membandingkan pasien virus corona Covid-19 yang melaporkan gejala kehilangan indra penciuman dan perasa dengan mereka yang tanpa gejala tersebut.

Baca Juga: Hasil Riset Mengklaim bahwa Vaksin Moderna Lebih Efektif Cegah Infeksi Virus Corona Covid-19

Di antara mereka yang positif virus corona Covid-19, 68 persen mengalami kehilangan indra penciuman dan perasa. Responden wanita 11 persen lebih berisiko mengalaminya dibandingkan pria dan sekitar 73 persen responden berusia 26-35 tahun.

Di antara mereka yang indra perasa dan penciuman lebih umum di antara mereka yang menjalani tes Covid-19 dibandingkan dengan mereka yang negatif Covid-19, tetapi tidak melaporkan gejala mirip flu.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Mereka juga mencatat bahwa orang keturunan Asia Timur atau Afrika-Amerika secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gejala kehilangan indra penciuman dan perasa akibat virus corona.

Tim peneliti membandingkan perbedaan genetik dari mereka yang melaporkan kehilangan indra penciuman dan perasa dengan mereka yang tidak mengalami gejala tersebut.

Mereka menemukan lokasi di dekat dua gen, UGT2A1 dan UGT2A2 terkait dengan indra penciuman yang bisa menyebabkan hilangnya indra penciuman dan perasa setelah terinfeksi virus corona Covid-19.

Baca Juga: Tertular Virus Corona Covid-19 Tanpa Kontak Dekat dengan Pasien Positif, Bagaimana Bisa Seperti Itu?

Meskipun penelitian pada hewan sebelumnya menunjukkan gen ini, yang diekspresikan dalam jaringan di hidung kita. Penelitian eksperimental sebelumnya menunjukkan hilangnya penciuman terkait dengan kerusakan jaringan di sepanjang lapisan hidung

Peneliti mengakui hubungan antara gen dengan hilangnya indra penciuman dan perasa akibat virus corona masih belum jelas. Tapi, faktor gen mungkin memainkan peran dalam fisiologi sel yang terinfeksi dan gangguan fungsional yang dihasilkan berkontribusi pada hilangnya kemampuan untuk mencium.

Meskipun penelitian ini merupakan penelitian skala besar, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk bias terhadap peserta keturunan Eropa, hanya mengandalkan survei laporan diri tanpa evaluasi klinis peserta , dan ketidakmampuan untuk mengurai hilangnya indra penciuman dan bau.

Varian gen yang diidentifikasi dalam penelitian ini juga berkaitan dengan kemampuan umum untuk mencium.

Hal ini mungkin menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kepekaan penciuman atau rasa yang tinggi mungkin lebih rentan mengalami kehilangan indra penciuman dan rasa akibat virus corona Covid-19.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hilang indra penciuman dan rasa terkait dengan kegagalan untuk melindungi sel-sel sensorik hidung dan lidah dari infeksi virus virus corona Covid-19.

Danielle Reed, PhD, direktur asosiasi dari Monell Chemical Senses Center Philadelphia telah mempelajari perbedaan orang-orang yang kehilangan indra penciuman dan rasa akibat virus corona Covid-19.

"Studi ini menunjukkan arah yang berbeda. Jalur yang memecah bahan kimia yang menyebabkan rasa dan bau di tempat pertama mungkin lebih atau kurang aktif mengurangi atau mendistorsi kemampuan rasa dan bau," jelasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar