Benarkah Ibu Menyusui Harus Minum dan Makan Lebih Banyak? Ini Faktanya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 24 Januari 2022 | 18:37 WIB
Benarkah Ibu Menyusui Harus Minum dan Makan Lebih Banyak? Ini Faktanya!
Ilustrasi ibu menyusui. (pexels)

Suara.com - Saat Anda mulai menyusui, ada banyak hal yang perlu diubah dari gaya hidup hingga pola makan. Karena, hal ini berkaitan dengan kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang bayi.

Dalam hal ini, pola makan berperan besar dalam menyusui. Karena, apapun yang Anda konsumsi bisa berdampak pada tingkat energi dan suplai ASI Anda.

Seorang pakar kesehatan ibu, Lansinoh telah mengungkapkan makanan yang seharusnya dikonsumsi dan dihindari oleh ibu menyusui.

Tapi sebelum itu, ada satu mitos yang sudah merebak di masyarakat mengenai ibu menyusui. Banyak orang berpikir bahwa ibu menyusui harus menambah asupan kalorinya karena harus membagi nutrisi dengan bayinya.

Para ahli mengatakan bahwa ibu menyusui tidak perlu melakukan hal ini. Alih-alih menambah kalori, pastikan ibu menyusui mengonsumsi makanan sehat, seimbang, bergizi dan cukup.

Ilustrasi ibu menyusui (shutterstock)
Ilustrasi ibu menyusui (shutterstock)

Para ahli di AS sebelumnya menyusun sebuah penelitian yang melihat jumlah kalori yang harus dikonsumsi wanita selama kehamilan.

Associate professor, Michelle A. Kominiarek menemukan bahwa Anda harus memiliki 300-400 kalori ekstra sehari untuk memastikan Anda memiliki cukup energi dan ASI.

"Asupan kalori harus meningkat sekitar 300 kkal/hari selama kehamilan. Nilai ini berasal dari perkiraan 80.000 kkal yang dibutuhkan untuk mendukung kehamilan penuh dan tidak hanya untuk peningkatan metabolisme ibu dan janin, tetapi juga pertumbuhan janin dan plasenta," kata Michelle dikutip dari The Sun.

Selain itu, banyak pula ibu menyusui yang percaya bahwa mereka harus minum lebih banyak cairan selama menyusui.

Sebuah penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa ibu hamil berisiko mengalami dehidrasi. Tetapi, Roslyn E Ilesanmi mengatakan hal ini bukan berarti ibu menyusui harus minum lebih banyak cairan.

"Beelum ada bukti yang mendukung bahwa peningkatan asupan cairan di luar apa yang mungkin dibutuhkan ibu menyusui untuk memenuhi kebutuhan fisiologis mereka," kata Roslyn.

Jika produksi ASI menurun, kelelahan dan urine berwarna gelap, hal ini mungkin pertanda tubuh dehidrasi.

"Ibu menyusui sering merasa haus dan dehidrasi karena produksi ASI, jadi pastikan Anda minum cukup cairan, baik air putih, susu dan jus buah tanpa pemanis," kata Lansinoh.

Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)
Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

Selain itu, Anda harus selalu memastikan bahwa Anda selalu menyediakan minum ketika membri makan bayi. Anda bisa minum untuk meredakan rasa haus, tetapi jangan berlebihan.

Ada beberapa nutrisi penting yang harus Anda masukkan dalam menu sehari-hari selama menyusui.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyusui dari Satu Payudara vs Dua Payudara secara Bergantian, Mana yang Lebih Baik?

Menyusui dari Satu Payudara vs Dua Payudara secara Bergantian, Mana yang Lebih Baik?

Health | Sabtu, 22 Januari 2022 | 21:05 WIB

Peruntungan Shio Kambing di Tahun Macan Air 2022, Makin Mesra dengan Pasangan dan Pekerjaan

Peruntungan Shio Kambing di Tahun Macan Air 2022, Makin Mesra dengan Pasangan dan Pekerjaan

Lifestyle | Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:34 WIB

Ibu Menyusui Wajib Menyimak, Ini 3 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Busui

Ibu Menyusui Wajib Menyimak, Ini 3 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Busui

Health | Jum'at, 21 Januari 2022 | 12:20 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB