facebook

Benarkah Ibu Menyusui Harus Minum dan Makan Lebih Banyak? Ini Faktanya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Benarkah Ibu Menyusui Harus Minum dan Makan Lebih Banyak? Ini Faktanya!
Ilustrasi ibu menyusui. (pexels)

Banyak ibu menyusui mengira mereka harus makan dan minum lebih banyak karena harus berbagi dengan bayinya melalui ASI.

Suara.com - Saat Anda mulai menyusui, ada banyak hal yang perlu diubah dari gaya hidup hingga pola makan. Karena, hal ini berkaitan dengan kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang bayi.

Dalam hal ini, pola makan berperan besar dalam menyusui. Karena, apapun yang Anda konsumsi bisa berdampak pada tingkat energi dan suplai ASI Anda.

Seorang pakar kesehatan ibu, Lansinoh telah mengungkapkan makanan yang seharusnya dikonsumsi dan dihindari oleh ibu menyusui.

Tapi sebelum itu, ada satu mitos yang sudah merebak di masyarakat mengenai ibu menyusui. Banyak orang berpikir bahwa ibu menyusui harus menambah asupan kalorinya karena harus membagi nutrisi dengan bayinya.

Baca Juga: Temuan Baru Peneliti, Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Alzheimer!

Para ahli mengatakan bahwa ibu menyusui tidak perlu melakukan hal ini. Alih-alih menambah kalori, pastikan ibu menyusui mengonsumsi makanan sehat, seimbang, bergizi dan cukup.

Ilustrasi ibu menyusui (shutterstock)
Ilustrasi ibu menyusui (shutterstock)

Para ahli di AS sebelumnya menyusun sebuah penelitian yang melihat jumlah kalori yang harus dikonsumsi wanita selama kehamilan.

Associate professor, Michelle A. Kominiarek menemukan bahwa Anda harus memiliki 300-400 kalori ekstra sehari untuk memastikan Anda memiliki cukup energi dan ASI.

"Asupan kalori harus meningkat sekitar 300 kkal/hari selama kehamilan. Nilai ini berasal dari perkiraan 80.000 kkal yang dibutuhkan untuk mendukung kehamilan penuh dan tidak hanya untuk peningkatan metabolisme ibu dan janin, tetapi juga pertumbuhan janin dan plasenta," kata Michelle dikutip dari The Sun.

Selain itu, banyak pula ibu menyusui yang percaya bahwa mereka harus minum lebih banyak cairan selama menyusui.

Baca Juga: Mulai Muncul di Inggris, Peneliti Amati Perkembangan Sub-varian Virus Corona Omicron BA.2

Sebuah penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa ibu hamil berisiko mengalami dehidrasi. Tetapi, Roslyn E Ilesanmi mengatakan hal ini bukan berarti ibu menyusui harus minum lebih banyak cairan.

"Beelum ada bukti yang mendukung bahwa peningkatan asupan cairan di luar apa yang mungkin dibutuhkan ibu menyusui untuk memenuhi kebutuhan fisiologis mereka," kata Roslyn.

Jika produksi ASI menurun, kelelahan dan urine berwarna gelap, hal ini mungkin pertanda tubuh dehidrasi.

"Ibu menyusui sering merasa haus dan dehidrasi karena produksi ASI, jadi pastikan Anda minum cukup cairan, baik air putih, susu dan jus buah tanpa pemanis," kata Lansinoh.

Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)
Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

Selain itu, Anda harus selalu memastikan bahwa Anda selalu menyediakan minum ketika membri makan bayi. Anda bisa minum untuk meredakan rasa haus, tetapi jangan berlebihan.

Ada beberapa nutrisi penting yang harus Anda masukkan dalam menu sehari-hari selama menyusui.

1. DHA

Docosahexaenoic Acid (DHA) adalah asam lemak omega-3 yang paling melimpah di otak dan mata. DHA ini mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat.

Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa DHA mungkin berperan dalam mengurangi perkembangan alergi makanan anak-anak, seperti telur dan kacang tanah.

2. Vitamin D

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor. Vitamin D mendukung perkembangan tulang yang sehat pada anak-anak. Penelitian juga menunjukkan bahwa Vitamin D berperan dalam kesehatan kekebalan tubuh.

3. Kolin

Kolin penting karena mendukung perkembangan neurokognitif bayi. Karena itu, ibu menyusui harus mengonsumsi makanan yang mengandung sumber Kolin dalam makanan sehari-harinya, termasuk daging sapi, telur, ayam, ikan, babi, kacang-kacangan, kacang polong dan sayuran seperti brokoli, kubis brussel, kubis, atau kangkung.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar