Lagi Asik Duduk di Toilet, Penis Pria Ini Digigit Ular Kobar Sampai Harus Operasi!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 24 Januari 2022 | 19:58 WIB
Lagi Asik Duduk di Toilet, Penis Pria Ini Digigit Ular Kobar Sampai Harus Operasi!
Ilustrasi penis (Pixabay/derneumann)

Suara.com - Seorang pria Belanda harus menjalani operasi rekronstruktif penis setelah digigit ular kobra beracun selama perjalanan safari di Afrika Selatan, yang membuat penisnya membusuk.

Pria 47 tahun itu digigit ular kobra beracun ketika duduk di toilet. Akibat gigitan ular tersebut, ia menderia nekrosis skrotum.

Menurut laporan medis "racun ular kobra pada alat kelamin", pria itu harus menunggu 3 jam untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena, ia harus diterbangkan menggunakan helikopter ke pusat medis terdekat sekitar 220 mil jauhnya.

Setibanya di rumah sakit, penis dan skrotum pria itu terlihat membengkak, berwarna ungu tua, dan terasa nyeri. Ia pun didiagnosis menderita nekrosis skrotum setelah mendapatkan beberapa dosis antiserum racun ular non-spesifik dan antibiotik spektrum luas.

Pria itu mengaku mengalami muntah-muntah dan merasakan sensasi terbakar serta rasa sakit dari selangkangannya ke perut dan dada bagian atas, meskipun ia tidak mengalami gejala neurologis.

ilustrasi penis (shutterstock)
ilustrasi penis (shutterstock)

Tetapi, ia membutuhkan hemodialisis karena cedera ginjal akut sebelum menjalani operasi rekonstruktif pada penisnya.

"Nekrosis skrotum dilaporkan melibatkan seluruh fasia (kulit hingga spermatika internal) dan dieksisi dengan margin yang luas," menurut laporan medis tersebut dikutip dari New York Post.

Karena pria itu mengalami cacat pada batang penis, ia pun membutuhkan perawatan debridement superfisial. Setelah 9 hari dirawat, ia pun dipulangkan kembali ke Belanda.

Sebelumnya, ahli bedah memberikan perawatan debridement pada batang penis pria itu dengan reseksi ekstensif jaringan mati yang meluas ke korpus spongiosum hingga lipatan preputium. Kini, pria itu pun sudah pulih sepenuhnya.

Nekrosis atau fasciitis nekrotikans adalah kondisi yang berpotensi mematikan akibat bakteri yang menginfeksi jaringan. Kondisi ini bisa menyebar cepat dan membutuhkan perawatan segera dengan antibiotik intravena.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ih Ngeri Amat! Suami Tak Bisa Ereksi, Istri Nekat Masukkan Bahan Bangunan ke Penis

Ih Ngeri Amat! Suami Tak Bisa Ereksi, Istri Nekat Masukkan Bahan Bangunan ke Penis

Health | Selasa, 25 Januari 2022 | 10:50 WIB

Minum Viagra Campur Jeruk Nipis Bisa Bikin Lelaki 'Greng' Empat Kali Lipat

Minum Viagra Campur Jeruk Nipis Bisa Bikin Lelaki 'Greng' Empat Kali Lipat

Health | Minggu, 23 Januari 2022 | 20:15 WIB

Akibat Covid-19, Lelaki Ini Alami Pembekuan Darah di Penis Hingga Nyeri

Akibat Covid-19, Lelaki Ini Alami Pembekuan Darah di Penis Hingga Nyeri

Health | Rabu, 19 Januari 2022 | 08:33 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB