facebook

Varian Omicron Menyebar dengan Cepat, Swedia Perpanjang Pembatasan Sosial Hingga 2 Pekan

M. Reza Sulaiman
Varian Omicron Menyebar dengan Cepat, Swedia Perpanjang Pembatasan Sosial Hingga 2 Pekan
Varian Omicron. (Dok. Envato)

Pemerintah Swedia memperpanjang pembatasan sosial yang sedang berlangsung, dan baru akan mengakhirinya dalam 2 pekan mendatang, di tengah penyebaran varian Omicron.

Suara.com - Pemerintah Swedia memperpanjang pembatasan sosial yang sedang berlangsung, dan baru akan mengakhirinya dalam 2 pekan mendatang, di tengah penyebaran varian Omicron yang semakin cepat.

Bar dan restoran harus tutup pada pukul 23.00 dan kapasitas orang di dalam ruangan lebih besar dibatasi hingga 500 orang.

"Kami mengalami tingkat penyebaran sangat tinggi,” kata Menkes Swedia Lena Hellengren dalam konferensi pers.

“Pembatasan itu harus tetap diberlakukan selama dua minggu. Apabila semuanya berjalan sesuai rencana dan apabila situasi mengizinkan, pembatasan itu akan dicabut setelahnya,” tambahnya.

Baca Juga: Belum Juga Wajibkan Vaksinasi COVID-19, Jerman Laporkan 164.000 Kasus COVID-19 Dalam Sehari

Swedia sudah mencatat sebanyak 270.000 kasus terkonfirmasi dalam sepekan terakhir tetapi tes yang terbatas menandakan badan kesehatan meyakini angka sebenarnya dapat lebih dari setengah juta.

Penyebaran itu telah membebani sistem kesehatan tetapi lebih sedikit ketimbang selama gelombang sebelumnya.

Jumlah pasien yang dirawat di perawatan intensif antara 90 dan 120 orang selama sebulan terakhir.

Swedia menjadi sorotan di awal pandemi karena memilih untuk tidak melakukan penguncian, alih-alih mengandalkan tindakan sukarela yang berfokus pada jaga jarak sosial dan kebersihan yang baik.

Negara itu sudah mencatat kematian per kapita yang lebih tinggi daripada negara tetangga di kawasan Nordik tetapi lebih rendah daripada negara-negara Eropa yang memilih memberlakukan penguncian. [ANTARA]

Baca Juga: Jelang Kepulangan Ribuan Pekerja Migran Maret Nanti, Tulungagung Ketar-ketir Penyebaran Varian Omicron

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar