Aliando Syarief Idap Gangguan Mental OCD, Kenali 3 Penyebabnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 28 Januari 2022 | 07:50 WIB
Aliando Syarief Idap Gangguan Mental OCD, Kenali 3 Penyebabnya
Aliando Syarief (instagram/@aliandooo)

Suara.com - Aliando Syarief baru-baru ini mengumumkan bahwa dirinya memiliki gangguan mental, OCD (Obsessive compulsive disorder).

"Gue kena musibah, didiagnosis kena OCD yang ekstrem," kata Aliando Syarief dalam video Live Instagram dikutip Kamis (27/1/2022).

Aliando Syarief mengaku sudah menderita OCD ekstrem selama 2 tahun sejak 2019. Tetapi sebelumnya, ia juga pernah menderita penyakit tersebut di kelas 2 SD.

"Cukup mengganggu karena rasanya campur aduk. Kita kayak berantem sama pikiran sendiri," tutur Aliando Syarief.

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau gangguan obsesif kompulsif adalah jenis gangguan kecemasan kronis atau jangka panjang. Gangguan mental ini menyebabkan orang memiliki pikiran yang tak terkendali.

Aliando Syarief mengaku terkena gangguan mental, OCD ekstrem [Instagram/@rumpi_gosip]
Aliando Syarief mengaku terkena gangguan mental, OCD ekstrem [Instagram/@rumpi_gosip]

Obsesif merupakan pikiran, ide atau impuls yang terus-menerus mundul dan tak terkendali dalam benak seseorang. Sedangkan, kompulsif adalah perilaku, tindakan atau ritual yang dilakukan berulang.

Penyakit kesehatan mental ini sering dimulai pada masa kanak-kanak, remaja atau dewasa muda. Umumnya, gejala mulai muncul saat usia di bawah 20 tahun.

Sejauh ini, dilansir dari Hellosehat, para ilmuwan masih belum menemukan penyebab OCD. Namun, ada beberapa faktor mungkin berpengaruh terhadap timbulnya penyakit tersebut. Berikut sejumlah penyebab OCD.

1. Faktor biologis

Beberapa studi menemukan OCD bisa terjadi karena perubahan bahan kimia alami di otak, seperti serotonin atau fungsi otak. Orang dengan penyakit ini mungkin memiliki serotonin yang tidak cukup sehingga cenderung mengurangi perilaku yang sama berulang kali.

2. Faktor genetik

OCD juga bisa merupakan penyakit keturunan, tapi belum diketahui gen yang mempengaruhi masalah kesehatan mental ini.

3. Faktor lingkungan

Lingkungan bisa menjadi penyebab OCD, termasuk trauma masa kecil, infeksi streptococcus atau Pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorders Associated with Streptococcal Infections (PANDAS) dan perilaku obsesif kompulsif karena mengamati anggota keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Gangguan Mental OCD Ekstrem, Aliando Syarief Positif COVID-19 hingga Dimanfaatkan Orang

Selain Gangguan Mental OCD Ekstrem, Aliando Syarief Positif COVID-19 hingga Dimanfaatkan Orang

Entertainment | Kamis, 27 Januari 2022 | 17:48 WIB

5 Perilaku Aliando Syarief saat Diserang OCD Esktrem, Menata Sampah hingga Kulit Kuaci

5 Perilaku Aliando Syarief saat Diserang OCD Esktrem, Menata Sampah hingga Kulit Kuaci

Entertainment | Kamis, 27 Januari 2022 | 16:59 WIB

Aliando Syarief Umumkan Kena Musibah, Alami Gangguan Mental OCD Ekstrem

Aliando Syarief Umumkan Kena Musibah, Alami Gangguan Mental OCD Ekstrem

Entertainment | Kamis, 27 Januari 2022 | 16:04 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB