Prilly Latucosina Akui Idap OCD walau Belum Pernah ke Dokter, Publik: Jangan Self Diagnose

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:14 WIB
Prilly Latucosina Akui Idap OCD walau Belum Pernah ke Dokter, Publik: Jangan Self Diagnose
Momen Prilly Latuconsina Liburan di Amerika. (Instagram/prillylatuconsina96)

Suara.com - Pengakuan Aliando Syarief bahwa dirinya mengidap obsessive compulsive disorder (OCD) sejak 2019 pada Kamis (27/1/2022) lalu, membuat banyak penggemar serta rekan artisnya terkejut, termasuk Prilly Latuconsina.

Jauh sebelum ini, pada 2020 lalu Prilly juga pernah mengaku bahwa dirinya mengidap gangguan mental yang sama dengan Aliando.

"Aku OCD. Misal aku lagi makeup, tiba-tiba kayak, 'Sepatu aku miring, tolong geserin, dong. Kalau enggak, aku enggak tenang', gitu. Ada papaku gini, 'Kamu berhenti dong jadi OCD'," ungkap Prilly, mengutip video yang diunggah akun @lambegosiip.

Meski begitu, aktris 25 tahun ini mengaku belum pernah memeriksakannya ke psikolog atau psikiater untuk didiagnosis.

"Aku, tuh, enggak pernah technically ke dokter, terus dikasih tahu kalo aku OCD, gitu. Aku cuma ngerasa, 'Kayaknya gue OCD'," tutur Prilly dalam tayangan Hot Kiss.

Prilly Latucosina mengaku idap OCD (Instagram)
Prilly Latucosina mengaku idap OCD (Instagram)

Ia menduga dirinya mengidap OCD karena selalu tidak tenang apabila barang-barangnya tidak terorganisir dengan baik. Namun, unggahan tersebut membuat beberapa netizen mengatakan bahwa sebaiknya pemain "My Lecturer My Husband" ini tidak melakukan self diagnose.

"Bukannya mau sok pinter tapi setahu saya OCD itu penyakit dan nggak boleh dibiasain self-diagnose lho, harus atas diagnosa dokter lewat rangkaian tes juga tentunya. Siapa tahu cuma perfeksionis aja, belum sampai OCD. Soalnya itu beda," tutur seorang warganet.

"Ya, nggak bisa self diagnose, dong. Seharusnya better periksa ke ahli kayak gini, tuh. Jangan sampai yang lain ikut-ikutan bilang kena penyakit mental hanya karena menerka-nerka dan googling di internet," imbuh warganet lain.

Bahaya Self Diagnose

Self diagnose merupakan proses mendiagnosis atau mengidentifikasi suatu kondisi medis dalam diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Berdasarkan laman Highland and Spring Clinic, self diagnose tidak hanya buruk, tetapi juga bisa berbahaya. Apabila seseorang mengambil kesimpulan atas kondisinya, mereka berisiko menjalani pengobatan yang salah.

Mencapai diagnosis penyakit mental bisa menjadi proses yang kompleks, terutama ketika seseorang menunjukkan gejala yang berhubungan dengan berbagai penyakit mental.

"Ini sangat berbahaya jika Anda menyangkal gejala tersebut," tulis laman tersebut.

Dalam kasus lain, seseorang mungkin berpikir mereka mengalami beberapa gejala yang sesuai dengan suatu penyakit.

Misalnya, orang tersebut mengalami gejala depresi dan bermasalah dengan fokus dan kurang tidur. Kemungkinan mereka akan mengira menderita depresi berat, ADHD, dan gangguan tidur. Padahal, kurang tidur atau depresi dapat menjadi gejala banyak penyakit mental lainnya.

Artinya, orang tersebut dapat memperburuk keadaan dengan mengkhawatirkan hal yang belum pasti. Ia juga berisiko mencoba mengobati kondisi yang mungkin tidak dimilikinya.

Apabila seseorang mengatasi gejala tertentu sambil mengabaikan sumber yang mendasarinya, penyakit mental awal dapat memburuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putus Komunikasi, Prilly Latuconsina Tak Pernah Tahu Kabar Aliando Syarief hingga Alami Gangguan Mental

Putus Komunikasi, Prilly Latuconsina Tak Pernah Tahu Kabar Aliando Syarief hingga Alami Gangguan Mental

Entertainment | Jum'at, 28 Januari 2022 | 15:03 WIB

Reaksi Prilly Latuconsina Dengar Aliando Syarief Kena Gangguan Mental: Jangan Takut Minta Bantuan

Reaksi Prilly Latuconsina Dengar Aliando Syarief Kena Gangguan Mental: Jangan Takut Minta Bantuan

Entertainment | Jum'at, 28 Januari 2022 | 14:01 WIB

Ngakak! Fitri Tropica dan Suami Bikin Video Parodi Bintang di Surga, Prilly Latuconsina Sampai Keselek

Ngakak! Fitri Tropica dan Suami Bikin Video Parodi Bintang di Surga, Prilly Latuconsina Sampai Keselek

Lifestyle | Rabu, 26 Januari 2022 | 14:53 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB