Studi: Pasien Long Covid-19 Punya Antibodi untuk Prediksi Risiko Sindrom Pasca-Covid

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 02 Februari 2022 | 14:48 WIB
Studi: Pasien Long Covid-19 Punya Antibodi untuk Prediksi Risiko Sindrom Pasca-Covid
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Pasien COVID-19 mungkin tidak perlu menunggu lama setelah terinfeksi untuk mengetahui apakah mereka akan mengembangkan sindrom COVID-19 pasca-akut (PACS), yang juga dikenal sebagai Long Covid-19.

"Kami bisa mengidentifikasi sedini mungkin siapa yang berisiko terkena Long Covid-19," kata Dr. Onur Boyman, rekan penulis studi dan peneliti di departemen imunologi di University Hospital Zurich dikutip dari Fox News.

Gejala Long Covid-19 yang paling sering dilaporkan adalah kelelahan, disapnea (sesak napas) dan ganguan kognitif atau kabut otak yang meliputi kehilangan konsentrasi dan memori, dan rasa sakit dan nyeri di tempat yang berbeda.

Sindrom ini juga disebut sebagai sindrom pasca-COVID pada pasien yang telah terinfeksi virus corona. Tetapi, pasien Covid-19 ini terus mengalami efek samping dan gejala jangka panjang.

"Perkiraan menunjukkan bahwa 10-10 persen orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 akan berakhir dengan Long Covid-19," Dr. Greg Vanichkachorn, direktur medis dari Rehabilitasi Aktivitas COVID di Mayo Clinic.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan sindrom tersebut sebagai gejala yang bertahan selama setidaknya tiga bulan setelah pasien terinfeksi virus corona.

Tapi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendefinisikan kondisi pasca-Covid pada pasien virus corona setelah 4 minggu terinfeksi.

Para peneliti Swiss mendefinisikan Long Covid-19 sebagai persistensi satu atau lebih gejala terkait virus corona selama lebih dari 4 minggu setelah dimulainya gejala awal virus corona.

Tim mengevaluasi riwayat medis dari 175 pasien yang didiagnosis dengan virus corona Covid-19 dan membandingkannyua dengan 40 pasien sehat tanpa virus corona.

baca juga

Mereka menemukan 82,2 persen pasien dengan infeksi parah mengalami Long Covid-19 dan 53,9 persen pasien dengan infeksi ringan mengalami Long Covid-19.

Para penulis menemukan pasien yang mengembangkan Long Covid-19 memiliki tingkat antibodi IgM dan IgG3 yang lebih rendah. Antibodi membantu melawan infeksi dalam aliran darah.

Para penulis menyebut respons antibodi ini sebagai imunoglobulin. Karena, antibodi yang terdeteksi stabil dari waktu ke waktu, tidak seperti penanda inflamasi yang hanya meningkat di awal infeksi.

Dr. Claire Steves, seorang dosen klinis senior di King's College London, mengatakan penelitian ini memiliki keterbatasan karena tidak mempertimbangkan status vaksinasi pesertanya.

"Padahal penting untuk mempertimbangkan ini, karena sudah lebih banyak orang yang vaksinasi," kata Dr. Claire Steves.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Covid-19 Harus Waspada, Ini 4 Risiko Alami Gejala Sisa Hingga Berbulan-bulan

Pasien Covid-19 Harus Waspada, Ini 4 Risiko Alami Gejala Sisa Hingga Berbulan-bulan

Health | Rabu, 02 Februari 2022 | 10:33 WIB

Ahli Sebut Virus Corona Varian Omicron Tingkatkan Risiko Long Covid-19

Ahli Sebut Virus Corona Varian Omicron Tingkatkan Risiko Long Covid-19

Health | Selasa, 01 Februari 2022 | 19:57 WIB

Minum Suplemen Ini Bantu Cegah Kemungkinan Terkena Long Covid-19 Hingga Dua Kali Lipat

Minum Suplemen Ini Bantu Cegah Kemungkinan Terkena Long Covid-19 Hingga Dua Kali Lipat

Health | Kamis, 27 Januari 2022 | 13:17 WIB

Terkini

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

News | Senin, 21 September 2026 | 09:26 WIB

UMKM Sudah Bisa Produksi, Kini Pemerintah Fokus Buka Akses Pasar

UMKM Sudah Bisa Produksi, Kini Pemerintah Fokus Buka Akses Pasar

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Kinerja Pertamina Diakui, Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Kinerja Pertamina Diakui, Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Arti Mimpi Dililit Ular di Tangan, Pertanda Datang Jodoh atau Rezeki?

Arti Mimpi Dililit Ular di Tangan, Pertanda Datang Jodoh atau Rezeki?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Badai Datang, Rumah Terancam: Perjuangan Tikus Kecil di The Outermost Mouse

Badai Datang, Rumah Terancam: Perjuangan Tikus Kecil di The Outermost Mouse

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 09:20 WIB

Pertamina Raih Penghargaan IABC 2026 lewat Komunikasi Digital untuk Misi Kemanusiaan

Pertamina Raih Penghargaan IABC 2026 lewat Komunikasi Digital untuk Misi Kemanusiaan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:18 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Pantau Saham ANTM

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Pantau Saham ANTM

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:17 WIB

Laptop AI Lenovo Mulai Bisa Ngobrol dengan Email dan Kalender Pengguna

Laptop AI Lenovo Mulai Bisa Ngobrol dengan Email dan Kalender Pengguna

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 09:15 WIB

Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo

Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 09:04 WIB

Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan

Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan

News | Senin, 21 September 2026 | 09:02 WIB

×