Dikira Susah Hamil Karena Masalah Kesuburan, Ternyata Wanita Ini Punya Batu Vagina!

Kamis, 03 Februari 2022 | 18:19 WIB
Dikira Susah Hamil Karena Masalah Kesuburan, Ternyata Wanita Ini Punya Batu Vagina!
Ilustrasi vagina, organ intim perempuan. [Shutterstock]

Suara.com - Sejauh ini, kita hanya mengenal tentang batu ginjal dan batu kandung empedu. Tapi, kita belum pernah mengenal tentang batu yang berkembang di vagina.

Baru-baru ini, seorang dokter menemukan batu berukuran besar pada vagian seorang wanita yang sedang berjuang untuk hamil.

Studi yang diterbitkan dalam Urology Case Reports menunjukkan batu seukuran telapak tangan yang dikeluarkan dari tubuh seorang wanita melalui operasi.

Dokter mengatakan batu vagina ini bisa berkembang perlahan selama bertahun-tahun, tetapi sering tidak terdeteksi karena tidak ada gejala.

Wanita 30 tahun yang menderita batu pada vagina ini sempat dibawa ke rumah sakit memiliki masalah ketidaksuburan setelah menikah.

ilustrasi vagina. (Shutterstock)
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Ia mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dan menyakitkan, tetapi ia tidak pernah berobat.

Pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa ada sesuatu yang menghalangi vagina. Pemindaian selanjutnya menemukan dua batu yang besar dan licin di dalam area panggul.

Dua batu besar yang ditemukan pada vagina wanita itu berukuran 3,6 cm kali 5 cm, dan 5 cm kali 5,8 cm, yang mana ukurannya sekitar dua bola pingpong.

Satu batu menempel pada dinding kandung kemih dan lainnya menempel pada dinding rektum. Para dokter menjelaskan bahwa batu vagina dapat berkembang saat urine berkumpul di tempat yang tidak seharusnya, seperti di vagina.

Baca Juga: Ketua Satgas Covid-19 Ungkap Alasan Berani Pangkas Masa Karantina Jadi 5 Hari saat Lonjakan Omicron

Dalam kasus wanita ini, ini kemungkinan terjadi karena dia memiliki lubang abnormal antara vagina dan saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih, yang disebut fistula ureterovaginal.

Karena luka yang dideritanya, kondisi ini menyebabkan kerusakan pada organ reproduksi yang dia tidak sadari.

"Obstruksi vagina juga akan menyebabkan masalah kualitas seksual dan infertilitas pada wanita dewasa," jelasnya dikutip dari The Sun

Menurut Columbia Shores OBGYN , batu vagina menyebabkan gejala nyeri pada vagina , perut, dan saat berhubungan seks atau buang air kecil. Hal ini dapat membuat wanita lebih sering buang air.

Secara medis, batu vagina dikenal sebagai colpolithiasis, yakni kondisi sangat langka yang jarang ditemukan.

Batu vagina primer biasanya berkembang setelah operasi, trauma, kandung kemih neurogenik, stenosis vagina, atau obstruksi saluran keluar vagina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI