Platform Digital Bantu Peran Bidan Sebagai Ujung Tombak Kesehatan Masyarakat

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 04 Februari 2022 | 00:14 WIB
Platform Digital Bantu Peran Bidan Sebagai Ujung Tombak Kesehatan Masyarakat
Ilustrasi bidan (Freepik)

Suara.com - Bidan menjadi tenaga kesehatan yang strategis karena berada di tengah masyarakat dan berada di garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Namun dalam menjalankan tugasnya, sering kali bidan menghadapi berbagai kendala dalam menjangkau pasien.

Salah satu penyebabnya, seperti disampaikan Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes., karena sebagian besar bidan di Indonesia berada di daerah terpencil. Di Indonesia sendiri, tercatat ada 5,5 juta ibu hamil dan 80 persen di antaranya dipantau oleh bidan.

Untuk memastikan peran bidan sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat bisa berjalan mulus, diperlukan pemanfaatan teknologi yang mumpuni. Salah satunya melalui aplikasi Bidanku.

Aplikasi Bidanku. (Halodoc)
Aplikasi Bidanku. (Halodoc)

Menurut CEO & Co-Founder Halodoc, Jonathan Sudharta, aplikasi Bidanku telah dikembangkan sejak pertengahan 2021, dan hingga saat ini, aplikasi tersebut telah digunakan oleh para bidan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.

"Mengingat peran vital bidan dalam menjaga kesehatan keluarga, Halodoc menghadirkan solusi inovasi untuk mempermudah bidan menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak," tuturnya.

Chief of Product Officer Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan RI Farzikha Indrabhaskara, mengakui bahwa tantangan terbesar dalam strategi transformasi digital di sektor kesehatan ialah pengumpulan data primer masyarakat.

Menurutnya, banyak daerah dengan sistem pendataan kelahiran bayi masih sangat lambat. Bahkan harus menunggu berbulan-bulan agar data bisa terekam di puskesmas.

"Padahal dari data-data ini kita bisa mengetahui risiko anak yang mengalami gizi buruk," kata Farzikha dalam konferensi pers peluncuran aplikasi Bidanku dari Halodoc, Kamis (3/2/2022).

Ia menambahkan, teknologi juga mempermudah wujudkan target adanya akses personal health record bagi setiap individu. Pendataan status kesehatan itu dirasa perlu dilakukan bahkan sebelum bayi dilahirkan.

baca juga

"Bahkan sebelum ibu hamil, sehingga mereka lebih paham dengan risiko, menentukan tindakan preventif. Harapannya, bayi bisa lahir dengan baik dan progres kesehatannya bisa terus dipantau," ujarnya.

Emi pun membenarkan bahwa implementasi teknologi kesehatan sangat penting dalam meningkatkan kualitas bidan. Dan peluncuran aplikasi Bidanku, dinilai Emi bisa mempermudah tugas para bidan.

Menurut Emi, platform digital ini akan mempermudah tugas bidan memberikan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan secara realtime.

Terdapat tiga fitur utama pada aplikasi Bidanku. Pertama, fitur pengingat pasien otomatis dan ringkasan kesehatan untuk memantau kunjungan kembali pasien, sehingga mengurangi kemungkinan kehamilan berisiko tinggi yang tidak diketahui. Selain itu, memantau keberlanjutan kontrasepsi sebagai bagian dari program Keluarga Berencana (KB), serta mengetahui keberlanjutan imunisasi.

Kedua, sebagai manajemen pasien untuk mempermudah administrasi bidan dalam satu klik. Melalui fitur itu bisa perawatan kesehatan keluarga dari kehamilan hingga imunisasi bisa terekam secara digital.

Ketiga, in-app education library, untuk membantu bidan dalam memberikan edukasi kesehatan.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)., menambahkan bahwa terdapat sekitar 74.000 desa di Indonesia. Oleh sebab itu, keberadaan bidan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

Bukan hanya mengurus terkait kehamilan dan kesehatan bayi, Hasto mengatakan kalau bidan juga memiliki izin untuk antenatal care, edukasi terkait KB, memantau kondisi sampai ibu melahirkan.

"Hanya bidan yang bisa mengambil peran itu karena mereka sangat dekat dengan masyarakat, bahkan dokter sekalipun masih sangat terbatas untuk bisa menjangkau masyarakat di daerah," kata Hasto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Peran Penting Bidan Bagi Kondisi Kesehatan Ibu dan Bayi

Ini Peran Penting Bidan Bagi Kondisi Kesehatan Ibu dan Bayi

Health | Rabu, 26 Januari 2022 | 14:45 WIB

Syok Lihat Banyak Telur saat Bersihkan Kipas Angin, Wanita Ini Malah Jadi 'Bidan' Dadakan

Syok Lihat Banyak Telur saat Bersihkan Kipas Angin, Wanita Ini Malah Jadi 'Bidan' Dadakan

Hits | Senin, 10 Januari 2022 | 12:19 WIB

Bidan Kaum Pinggiran: Membantu Orang Lain, Jangan Takut Miskin

Bidan Kaum Pinggiran: Membantu Orang Lain, Jangan Takut Miskin

News | Jum'at, 24 Desember 2021 | 16:34 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×