Serba-Serbi Subtipe Omicron BA.2, Dinilai 1,5 Kali Lebih Menular dari BA.1

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 06 Februari 2022 | 11:25 WIB
Serba-Serbi Subtipe Omicron BA.2, Dinilai 1,5 Kali Lebih Menular dari BA.1
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melacak tiga garis keturunan Omicron yang memiliki genom berbeda, yakni BA.1, BA.2, dan BA.3.

Kemungkinan ketiganya muncul di saat yang sama, tetapi BA.1 lah yang pertama kali menggemparkan dunia.

Namun, Omicron cukup mengejutkan para ilmuwan, pasalnya strain ini muncul dengan tiga garis keturunan yang berbeda. Peneliti belum mengetahui apa alasannya, tetapi mereka sedang berjuang untuk memahaminya.

Apa bedanya BA.2 dengan BA.1?

Berdasarkan laman New Atlas, pakar evolusi virus Trevor Bedford mengatakan bahwa perbedaan antara dua garis keturunan Omicron ini signifikan.

Melihat perubahan asam amino antara BA.1 dan BA.2, Bedford menyerbutnya sebagai 21K da 21L, ada sekitar 40 variasi.

“Sebagai perbandingan, Alpha, Beta, dan Gamma masing-masing memiliki perbedaan satu sama lain dalam hal perubahan asam amino di seluruh genom, seperti halnya Omicron 21K dan 21L," jelas Bedford.

Bedford menduga ketiga subtipe Omicron ini muncul pada satu orang yang menderita infeksi kronis, memungkinkan virus bermutasi terus-menerus selama berbulan-bulan.

Hipotesis lainnya menunjukkan Omicron muncul dari hewan. Peneliti mengira ada tiga peristiwa limpahan yang terpisah dari hewan ke manusia.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Benarkah BA.2 lebih menular?

Laporan awal menunjukkan BA.2 sedikit lebih mudah menular daripada BA.1.

Sebuah studi dari Denmark menunjukkan tingkat serangan sekunder di rumah tangga dengan infeksi BA.2 adalah 39%. Artinya BA.2 mungkin 1,5 kali lebih menular daripada BA.1.

Sebuah laporan baru-baru ini dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menunjukkan data serupa di Inggris.

Antara tanggal 27 Desember hingga 11 Januari kasus penularan BA.2 terlihat lebih tinggi pada rumah tangga (13,4%) dibanding BA.1 (10,3%).

“Kami sekarang tahu bahwa BA.2 memiliki peningkatan yang dapat dilihat di semua wilayah di Inggris," kata kepala penasihat medis UKHSA Susan Hopkins.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Corona di Cilegon Melonjak, Berikut RS Rujukan Pasien dan Hotline Pengaduan Covid-19

Kasus Corona di Cilegon Melonjak, Berikut RS Rujukan Pasien dan Hotline Pengaduan Covid-19

Banten | Sabtu, 05 Februari 2022 | 19:41 WIB

Mantan Menkes Minta Masyarakat Bersyukur Hadirnya Omicron: Alhamdulillah, Tanda Corona Mulai Melemah

Mantan Menkes Minta Masyarakat Bersyukur Hadirnya Omicron: Alhamdulillah, Tanda Corona Mulai Melemah

Surakarta | Jum'at, 04 Februari 2022 | 17:34 WIB

Komplikasi Virus Corona Covid-19 Sampai Koma, Wanita Ini Butuh Transplantasi Paru-Paru Ganda!

Komplikasi Virus Corona Covid-19 Sampai Koma, Wanita Ini Butuh Transplantasi Paru-Paru Ganda!

Health | Jum'at, 04 Februari 2022 | 15:00 WIB

Terkini

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB