Kasus Covid-19 Kembali Naik, Perhatikan 6 Faktor Penting Berikut untuk Melindungi Anak Saat PTM Terbatas

Vania Rossa

Rabu, 09 Februari 2022 | 10:02 WIB
Kasus Covid-19 Kembali Naik, Perhatikan 6 Faktor Penting Berikut untuk Melindungi Anak Saat PTM Terbatas
Ilustrasi PTM Terbatas. (Allianz)

Suara.com - Setelah sempat melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah pada awal semester Januari 2022 lalu, kini siswa terpaksa kembali melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) seiring kasus Covid-19 kembali naik. Meski begitu, beberapa sekolah masih melakukan PTM terbatas sesuai anjuran pemerintah untuk menjaga keamanan kegiatan belajar mengajar.

Meski begitu, tak bisa dipungkiri, kegiatan PTM terbatas di sekolah tetap menempatkan anak pada risiko tertular Covid-19. Risiko ini semakin relevan dengan meningkatnya kasus positif Covid-19 di beberapa kota besar, yang dipicu oleh merebaknya varian Omicron.

Itu sebabnya, manajemen risiko yang baik sangat diperlukan untuk mengawasi jalannya proses pembelajaran tatap muka secara aman.

Berikut merupakan beberapa faktor penting rekomendasi IDAI yang perlu diperhatikan dengan baik sebagai bagian dari mengantisipasi risiko dari pertemuan tatap muka terbatas di sekolah:

1. Guru dan petugas sekolah harus vaksin Covid-19 dosis lengkap

Vaksin Covid-19 terbukti bisa meningkatkan antibodi atau kekebalan terhadap virus corona apapun variannya, termasuk varian Delta dan Omicron, dan lain sebagainya. Kekebalan terhadap virus corona akan semakin besar jika seseorang telah mendapat vaksin Covid-19 dosis lengkap, atau bahkan vaksin booster atau dosis ketiga.

Satgas Covid-19 mencatat per 17 Januari 2022, dari target 208.265.720 orang, sebanyak 176.629.941 orang telah mendapatkan vaksinasi dosis 1. Sedangkan penerima vaksin Covid-19 dosis 2 sebanyak 119.992.852 orang, dan vaksin dosis 3 sebanyak 1.341.248 orang. Dengan realisasi vaksin Covid-19 dosis lengkap yang sudah melebihi 50% dari target, diharapkan kegiatan PTM dapat berlangsung dengan baik dan tidak menimbulkan cluster baru.

2. Anak-anak sudah mendapat vaksin Covid-19 lengkap dan tanpa komorbid

IDAI merekomendasikan hanya anak-anak yang mendapat vaksin Covid-19 dengan dosis lengkap dan tidak memiliki komorbid yang bisa mengikuti PTM terbatas di sekolah. Pasalnya, anak-anak rawan tertular atau menularkan virus corona saat berkegiatan di luar rumah, termasuk sekolah. Apalagi, daya tahan tubuh anak-anak tidak sebesar orang dewasa dan mudah melemah.

baca juga

"Saat masa pertumbuhan, anak-anak cenderung lebih mudah sembuh dari penyakit, termasuk Covid-19, tapi ini tidak boleh menjadi alasan untuk lengah akan virus corona," kata dr. Tubagus Argie F.S.S, S.H., AHCS Claim Management, Allianz Life Indonesia, mengutip siaran resminya.

Selain itu, pemerintah juga telah menjalankan program vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun sejak Desember 2021. Oleh karena itu, jika ingin mengikuti PTM, pastikan bahwa anak telah menjalankan vaksinisasi Covid-19 dengan dosis lengkap.

Sedangkan bagi anak yang memiliki komorbid, dan ingin mengikuti PTM di sekolah, maka harus menyertakan surat rekomendasi dari dokter. Komorbiditas anak meliputi penyakit seperti keganasan, diabetes melitus, penyakit ginjal kronik, penyakit autoimun, penyakit paru kronis, obesitas, hipertensi, dan lainnya.

3. Anak-anak sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap

Selain mendapatkan vaksinasi Covid-19 dengan dosis lengkap, anak yang mengikuti PTM diimbau untuk mendapatkan imunisasi secara lengkap. Kemenkes telah menerapkan imunisasi rutin lengkap untuk anak usia 0-18 tahun. Jadi, imunisasi bukan hanya untuk balita.

Setelah 5 tahun, anak-anak harus mendapatkan berbagai imunisasi seperti DTP (Difteri, Tetanus, dan Pertusis), dan MMR (Measles, Mumps, dan Rubella atau lebih dikenal dengan sebutan Campak, Gondongan, dan Rubella) pada usia 6 tahun. Lalu, imunisasi influenza sekali per tahun. Imunisasi Tifoid setiap 3 tahun sekali. Imunisasi HPV dan dengue mulai usia 9 tahun ke atas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 di Bekasi Hampir Lampaui Puncak Delta, Menkes Budi Gunadi Sadikin Ingatkan Masyarakat Jangan Kendor

Kasus Covid-19 di Bekasi Hampir Lampaui Puncak Delta, Menkes Budi Gunadi Sadikin Ingatkan Masyarakat Jangan Kendor

Bekaci | Rabu, 09 Februari 2022 | 07:14 WIB

Gubernur Anies Baswedan: Angka Kematian Saat Ini Tak Separah Gelombang Kedua Covid-19

Gubernur Anies Baswedan: Angka Kematian Saat Ini Tak Separah Gelombang Kedua Covid-19

News | Rabu, 09 Februari 2022 | 06:10 WIB

Kasus Omicron di Jakarta Naik, Wagub DKI Ahmad Riza Patria: Jangan Salahkan Warga Asing

Kasus Omicron di Jakarta Naik, Wagub DKI Ahmad Riza Patria: Jangan Salahkan Warga Asing

Jakarta | Rabu, 09 Februari 2022 | 09:05 WIB

Terkini

Bedah One Piece Chapter 1197, Saat Haki Sanji Jadi Tameng Luffy di Elbaf

Bedah One Piece Chapter 1197, Saat Haki Sanji Jadi Tameng Luffy di Elbaf

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 11:30 WIB

Angka Pengangguran Turun Jadi 7,3 Juta, Tapi Pekerja Setengah Nganggur Meroket 12,84 Juta

Angka Pengangguran Turun Jadi 7,3 Juta, Tapi Pekerja Setengah Nganggur Meroket 12,84 Juta

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 11:25 WIB

WhatsApp Hadirkan Fitur Acara, Kini Bisa Undang Orang Tanpa Akun

WhatsApp Hadirkan Fitur Acara, Kini Bisa Undang Orang Tanpa Akun

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 11:24 WIB

Tiga Warga di Karo Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh di Gubuk Persawahan

Tiga Warga di Karo Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh di Gubuk Persawahan

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 11:23 WIB

Kemasan Baru, Intip Manfaat Viva Skin Food Cream Extra Care untuk Wajah dan Tubuh

Kemasan Baru, Intip Manfaat Viva Skin Food Cream Extra Care untuk Wajah dan Tubuh

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:15 WIB

Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya

Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:13 WIB

Rekam Jejak Irjen Slamet Uliandi, Dulu Kapten Jack Jemput Sambo Kini Tersangka Penyadapan Prabowo

Rekam Jejak Irjen Slamet Uliandi, Dulu Kapten Jack Jemput Sambo Kini Tersangka Penyadapan Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:12 WIB

7 Rekomendasi Moisturizer untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Melembapkan dan Mengurangi Flek Hitam

7 Rekomendasi Moisturizer untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Melembapkan dan Mengurangi Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:11 WIB

Jokowi Pakai Batik Mega Mendung di PN Jakarta Timur, Ini 4 Makna Filosofis di Balik Motifnya

Jokowi Pakai Batik Mega Mendung di PN Jakarta Timur, Ini 4 Makna Filosofis di Balik Motifnya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:10 WIB

6 Zodiak yang Dianggap Paling Peka dan Perhatian, Selalu Mengerti Perasaan Pasangan

6 Zodiak yang Dianggap Paling Peka dan Perhatian, Selalu Mengerti Perasaan Pasangan

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:06 WIB

×