Mengenal Manfaat Asam Pada Lambung Bagi Sistem Pencernaan

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 18 Februari 2022 | 08:00 WIB
Mengenal Manfaat Asam Pada Lambung Bagi Sistem Pencernaan
Ilustrasi penyakit GERD dan asam lambung. (Shutterstock)

Suara.com - Orang yang pernah atau sering mengalami GERD berarti memiliki produksi asam lambung berlebih sehingga hingga membuat asam lambung naik ke kekerongkongan.

Jika sudah begitu, akan muncul gejala sensasi panas di dada hingga sensasi pahit di mulut. Padahal dalam jumlah normal, asam lambung sebenarnya sangat bermanfaat dalam sistem pencernaan.

Sifatnya yang sangat asam dengan kandungan pH 1-2 membuat asam lambung berfungsi untuk membunuh bakteri yang masuk ke lambung.

"Asam lambung itu berperan untuk skrining kuman, akan membunuh kuman yang masuk ke situ. Kemudian asam lambung ini bantu mencernakan makanan kalau seumpamanya dinding lambungnya lemah," jelas Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Profesor Ari Fahrial Syam dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.

Prof Ari menambahkan, dinding lambung bisa saja melemah apabila seseorang konsumsi obat rematik dalam jangka waktu lama.

Selain itu, manfaat asam lambung juga bisa memecahkan protein untuk dicerna lebih lanjut di dalam usus halus, mengaktifkan pepsin (enzim untuk mencerna protein) menjadi peptida, dan sebagai penanda kalau makanan dapat bergerak dari lambung menuju usus halus.

Apabila tubuh terlalu banyak memproduksi asam lambung, maka cairan tersebut berisiko keluar dari lambung dan naik hingga ke kerongkongan. Saat itu terjadi, seseorang akan mengalami GERD. 

Prof Ari juga menjelaskan bahwa produksi berlebihan dari asam lambung sangat dipengaruhi dari makanan yang dikonsumsi dan kondisi psikis seseorang.

"Beberapa makanan sebabkan GERD di antaranya, daging merah itu akan meningkatkan frekuensi asam lambung. Sebaiknya makan ikan," usul Profesor Ari.

Terbanyak konsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh, juga bisa meningkatkan produksi asam lambung.

Selain itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu juga menyarankan untuk mengurangi makanan terlalu tinggi lemak, sepeti keju. Karena lemak membuat proses pencernaan makanan jadi melambat.

Apabila lambung terlalu lama penuh, berpotensi sebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.

"Kalau pengosongan lambung lambat, makanan akan di situ (lambung). Apalagi kalau selesai makan langsung tiduran, akhirnya kumulatif jadi refluks terjadi," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setop Gaya Hidup Ini Agar GERD Tak Alami Kekambuhan

Setop Gaya Hidup Ini Agar GERD Tak Alami Kekambuhan

Health | Rabu, 16 Februari 2022 | 15:00 WIB

Cegah Kekambuhan, Ini Daftar Makanan yang Harus Dihindari Pengidap GERD

Cegah Kekambuhan, Ini Daftar Makanan yang Harus Dihindari Pengidap GERD

Health | Sabtu, 12 Februari 2022 | 15:45 WIB

Penyebab Panas Dalam yang Perlu Diketahui, Lengkap dengan Gejala dan Cara Meredakannya

Penyebab Panas Dalam yang Perlu Diketahui, Lengkap dengan Gejala dan Cara Meredakannya

Health | Jum'at, 11 Februari 2022 | 10:23 WIB

Terkini

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB