Benarkah Prediksi Pemerintah Puncak Omicron Melandai Awal Maret? Ini Kata Ahli

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 24 Februari 2022 | 12:41 WIB
Benarkah Prediksi Pemerintah Puncak Omicron Melandai Awal Maret? Ini Kata Ahli
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Suara.com - Pemerintah Indonesia dalam sejumlah kesempatan memprediksi bahwa kasus Covid-19 di Indonesia yang dipicu gelombang omicron akan reda pada akhir Februari atau awal Maret 2022. Hal itu salah satunya sempat disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. 

Ia menyebut puncak gelombang Omicron di Indonesia akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret mendatang. Hal itu berdasarkan hasil pemantauan kasus Covid-19 di Afrika Selatan, di mana Omicron awalnya berkembang.

Tapi bagaimana prediksi para peneliti epidemiologi terkait pendapat tersebut? Pakar mikrobiologi Universitas Indonesia Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D, mengatakan bahwa prediksi tersebut menurutnya masih sesuai dengan pengalaman dari negara lain. 

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

"Kalau kita lihat kurva di negara lebih dulu mengalami puncak omicron sudah banyak puncak terjadi dua tiga bulan sejak pertama kali, kita harapkan Indonesia seperti itu, " ujar Amin dalam diskusi DBS Asian Insight Conference 2022, Economy & Environment: Towards a Revolutionary Future, di Youtube KataData, Kamis, (24/2/2022). 

Amin juga mengatakan bahwa kemungkinan kurva menurun pada saat bulan Ramadan sangat mungkin. Hal itu berkaca dari negara lain yang punya perhitungan kurang lebih serupa. 

"Mudah-mudahan tidak terjadi suatu yang luar biasa. Tapi kita lihat bulan Maret bulan puasa ada beberapa aktivitas yang membuat masyarakat berkumpul, tarawareh, hari raya. Tahun lalu kita berhasil mengendalikan masyarakat sampai lebaran tapi setelah lebaran terjadi penginkatan sehingga kita melihat lonkakkan," kata dia. 

Oleh sebab itu, belajar dari pengalaman tersebut bahwa langkah pemerintah untuk mengedukasi masyarakat mesti terus dilakukan. Selain itu protokol kesehatan 5M dan langkah 3T yang dilakukan oleh pemerintah juga harus tetap digalakkan. 

Senada dengan Amin, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara dan Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, bahwa dengan menggunakan pola dari berbagai negara yang telah mengalami puncak kasus omicron, kondisi serupa kemungkinan terjadi pula di Indonesia. 

"Kalau pakai pola itu, kita berharap akhir Februaru atau awal Maret, itu walaupun itu negara- negara Eropa. Kalau lihat Malaysia masih naik, Jepang naik tingi, Korea naik, ini bervariasi, gelombang keempat naiknya sekitar dua bulan, kita harapkan itu yang akan terjadi," ujar dia. 

Kemudian, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Indonesia Siti Nadia Tarmizi berpandangan bahwa transisi dari fase pandemi menuju endemi bukanlah keputusan sepihak, melainkan membutuhkan pemberitahuan secara resmi dari WHO. Oleh karena itu, saat ini yang dapat dilakukan adalah mengadakan kebijakan-kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan kesehatan dan juga kepentingan ekonomi, sehingga Indonesia dapat tetap bertumbuh secara finansial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Girang Sembuh dari Covid-19, Tarra Budiman: Saya Lulus S2

Girang Sembuh dari Covid-19, Tarra Budiman: Saya Lulus S2

Entertainment | Kamis, 24 Februari 2022 | 12:05 WIB

Ikut Vaksinasi COVID-19, Warga Pringsewu Dapat Hadiah Doorprize Mesin Cuci

Ikut Vaksinasi COVID-19, Warga Pringsewu Dapat Hadiah Doorprize Mesin Cuci

Lampung | Kamis, 24 Februari 2022 | 11:55 WIB

Lagi Hamil Positif Covid-19, Kartika Putri Ungkap Gejala yang Diidap: Meriang Sampai Menggigil

Lagi Hamil Positif Covid-19, Kartika Putri Ungkap Gejala yang Diidap: Meriang Sampai Menggigil

Entertainment | Kamis, 24 Februari 2022 | 11:51 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB