Sembuh dari Virus Corona Covid-19, Balita 2 Tahun Alami Disfungsi Organ Ganda!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 25 Februari 2022 | 18:57 WIB
Sembuh dari Virus Corona Covid-19, Balita 2 Tahun Alami Disfungsi Organ Ganda!
Ilustrasi balita (pixabay.com)

Suara.com - Seorang anak laki-laki usia 2 tahun menderita disfungsi organ beberapa hari setelah pulih dari virus corona Covid-19.

Ia sempat dirawat di rumah sakit swasta di Dwarka dengan bantuan ventilator akibat virus corona Covid-19 selama 16 hari.

Ia menggunakan alat bantu ventilator akibat virus corona Covid-19 untuk memulihkan fungsi ginjal, jantung dan paru-parunya.

Setelah sembuh dari virus corona, anak itu masih mengalami batuk pada Desember 2021 lalu. Kemudian, kondisinya berkembang menjadi demam tinggi dan masalah pernapasan.

Orangtuanya sempat membawanya kembali ke rumah sakit setempat, tetapi kondisinya semakin memburuk.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Saat Anda itu mulai tersedak, keluarga memindahkannya ke Aakash Healthcare, Dwarka, yang mana dokter mendiagnosisnya mengalami serangan jantung.

"Dalam beberapa menit setelah tiba di rumah sakit, anak itu mengalami serangan jantung. Ini cukup mengejutkan saya sebagai dokter, karena ia masih berusia 2 tahun," kata dr Sayed Mustafa Hasan, Senior Consultant and Head, Pediatrics and Neonatology, Aakash Healthcare dikutip dari India Today.

Pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa ia telah mengembangkan Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C), kelainan langka di mana tubuhnya sendiri membunuh banyak organ. Akibatnya, paru-paru, jantung, otak, dan ginjal mengalami kerusakan yang cukup parah.

Karena kondisinya itu, ia tidak bisa buang air kecil sehingga lebih buruk. Selain itu, ia juga mengalami kesulitan bicara dan kehilangan kontak mata dengan orang lain akibat efek pasca-Covid.

Dokter pun segera memulai Terapi Penggantian Ginjal Berkelanjutan (CRRT) untuk keluarkan semua kotoran di dalam tubuhnya.

Terapi ini dilakukan secara nonstop selama 60 jam. Selain itu, dokter juga menggunakan filter dialisis cytosorb untuk mengatasi infeksinya. Bahkan, dokter juga bekerja keras untuk menormalkan tekanan darah anak tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sakit perut Biasa atau Akibat Virus Corona Covid-19, Ini Bedanya!

Sakit perut Biasa atau Akibat Virus Corona Covid-19, Ini Bedanya!

Health | Jum'at, 25 Februari 2022 | 12:04 WIB

Varian Omicron Bisa Picu Komplikasi Parah Usai Pulih, Ini Daftarnya!

Varian Omicron Bisa Picu Komplikasi Parah Usai Pulih, Ini Daftarnya!

Health | Jum'at, 25 Februari 2022 | 08:06 WIB

Mengaku Diculik Geng Kriminal, Darah Pria Ini Diambil Setiap Bulan untuk Dijual di Pasar Gelap

Mengaku Diculik Geng Kriminal, Darah Pria Ini Diambil Setiap Bulan untuk Dijual di Pasar Gelap

Health | Kamis, 24 Februari 2022 | 20:15 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB