Covifenz: Vaksin Covid-19 Berbasis Tanaman Pertama di Dunia, Bagaimana Kemanjuran dan Efek Sampingnya?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 27 Februari 2022 | 20:15 WIB
Covifenz: Vaksin Covid-19 Berbasis Tanaman Pertama di Dunia, Bagaimana Kemanjuran dan Efek Sampingnya?
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Freepik)

Suara.com - Pada hari Kamis, pemerintah Kanada menyetujui penggunaan Covifenz, vaksin Covid-19 berbasis tanaman pertama di dunia.

Vaksin ini dikembangkan oleh Medicago Inc, sebuah perusahaan biofarmasi yang dimiliki oleh Mitsubishi Chemical dan Philip Morris, yang terletak di Quebec City.

Menutut laporan Times of India, ini adalah vaksin pertama yang dikembangkan Kanada dan juga menggunakan teknologi protein nabati.

Sampai sekarang, Covifenz sudah diperbolehkan digunakan oleh orang berusia 18 hingga 64 tahun.

Otoritas kesehatan Kanada mengatakan efektivitas vaksin belum diketahui bagi mereka yang usianya di bawah 18 tahun dan di atas 64 tahun.

Ilustrasi vaksin covid-19 (Pexels)
Ilustrasi vaksin covid-19 (Pexels)

Berdasarkan situs resmi, Covifenz terdiri dari partikel mirip virus dari tanaman atau plant based virus-like particle (VLP) dari protein lonjakan virus corona Covid-19.

Vaksin menggunakan adjuvant AS03 Glaxo yang mengandung DL-alpha-tocopherol, squalene, polysorbate 80, phosphate-buffered saline.

Bahan lainnya termasuk kalium fosfat monobasa anhidrat, natrium klorida anhidrat, natrium fosfat dibasa anhidrat, dan air untuk injeksi.

Sederhananya, vaksin menggunakan protein tanaman untuk menghasilkan partikel yang menyerupai SARS-CoV-2.

baca juga

Covifenz terbagi menjadi dua sosis. Setiap dosis mengandung 3,75 mikrogram protein lonjakan (S) SARS-CoV-2 dan 0,25 mililiter adjuvant AS03.

Selain itu, vaksin harus diberikan dengan selang waktu 21 hari.

Sesuai uji klinis, vaksin dilaporkan 71% efektif dalam melindungi peserta uji coba berusia 18 hingga 64 tahun terhadap Covid-19.

Beberapa kemungkinan efek sampingnya adalah kulit kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Gejala lainnya termasuk menggigil, lelah, nyeri sendi, sakit kepala, demam ringan, nyeri otot, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, batuk, mual dan diare.

Menurut peneliti, efek sampingnya hanya akan bertahan selama beberapa jam hingga hari. Reaksi alergi parah atau anafilaksis jarang terjadi setelah vaksinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hits Kesehatan: Psikolog Inggris Sebut Presiden Putin Psikopat, Kapan Vaksin Booster Setelah Terinfeksi Omicron?

Hits Kesehatan: Psikolog Inggris Sebut Presiden Putin Psikopat, Kapan Vaksin Booster Setelah Terinfeksi Omicron?

Health | Minggu, 27 Februari 2022 | 19:56 WIB

Genjot Vaksinasi, Polres Banjarnegara Siapkan 7.800 Dosis Vaksin

Genjot Vaksinasi, Polres Banjarnegara Siapkan 7.800 Dosis Vaksin

Jawa Tengah | Minggu, 27 Februari 2022 | 19:35 WIB

Kapan Vaksin Booster Setelah Kena Omicron? Ini Penjelasannya, Jangan Sampai Keliru Agar Tidak Berisiko!

Kapan Vaksin Booster Setelah Kena Omicron? Ini Penjelasannya, Jangan Sampai Keliru Agar Tidak Berisiko!

Health | Minggu, 27 Februari 2022 | 17:15 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×