Jangan Asal, Olahraga Ini Berbahaya bagi Penderita Tekanan Darah Tinggi!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 01 Maret 2022 | 08:48 WIB
Jangan Asal, Olahraga Ini Berbahaya bagi Penderita Tekanan Darah Tinggi!
Ilustrasi olahraga (Pexels)

Suara.com - Tekanan darah tinggi bisa ditangani dengan mengonsumsi makanan sehat dan olahraga rutin. Tapi, tak semua jenis olahraga aman bagi penderita tekanan darah tinggi.

Karena, sebagian latihan fisik bisa meningkatkan tekanan darah dalam jangka pendek. Olahraga intensif yang dilakukan dalam waktu singkat, seperti lari cepat atau angkat beban bisa berbahaya bagi penderita tekanan darah tinggi.

"Olahraga ini meningkatkan tekanan darah Anda dengan cepat dan terlalu membebani jantung serta pembuluh darah," kata Blood Pressure UK

Beberapa olahraga ekstrem, seperti scuba diving atau terjun payung bisa berbahaya jika tekanan darah Anda tidak terkendali.

Sebelum melakukan aktivitas ekstrem seperti itu, Anda membutuhkan perizinan medis dari dokter. Anda bisa konsultasikan sebelum melakukan olahraga ekstrem.

Selain itu, squash juga aktivitas lain yang harus dihindari untuk melindungi diri dari serangan jantung.

Ilustrasi lari. (Pexels/Mentatdgt/funcrevidn)
Ilustrasi lari. (Pexels/Mentatdgt/funcrevidn)

Ada latihan lain yang lebih bermanfaat untuk dipertimbangkan jika Anda bertujuan untuk menurunkan tekanan darah. Misalnya, bersepeda, jalan cepat, berenang, menari, berkebun, tenis dan jogging.

Anda juga bisa melakukan latihan aerobik yang membuat jantung, paru-pari, pembuluh darah dan otot bekerja.

Setiap gerakan pada olahraga aerobik selama 30 menit setiap hari dan 5 kali seminggu bisa bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi.

Jika olahraga setiap hari selama 30 menit cukup sulit, Anda bisa membagi aktivitas menjadi tiga kali 10 menit.membagi aktivitas menjadi tiga kali 10 menit.

"Cara ini akan membantu Anda membangun kekuatan dan membiasakan diri dengan aktivitas baru," kata Pressure UK dikutip dari Express.

Bila Anda tidak tertarik, Anda bilsa melakukan bela diri, tari, yoga dan pilates untuk olahraga.

Bahkan, naik tangga daripada lift atau eskalator termasuk latihan fisik yang bisa dilakukan sambil beraktivitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Mager, Ini 5 Tips Membangkitkan Motivasi agar Rajin Olahraga

Sering Mager, Ini 5 Tips Membangkitkan Motivasi agar Rajin Olahraga

Your Say | Senin, 28 Februari 2022 | 07:33 WIB

Tanpa Olahraga, Aktivitas Harian di Rumah Bisa Bantu Turunkan Penyakit Jantung

Tanpa Olahraga, Aktivitas Harian di Rumah Bisa Bantu Turunkan Penyakit Jantung

Health | Minggu, 27 Februari 2022 | 14:00 WIB

4 Cara Mudah Menurunkan Berat Badan, Sudah Pernah Lakukan?

4 Cara Mudah Menurunkan Berat Badan, Sudah Pernah Lakukan?

Your Say | Jum'at, 25 Februari 2022 | 21:17 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB