Studi AS: Long Covid Kemungkinan Disebabkan Adanya Kerusakan Saraf Akibat Imun yang Rusak

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 02 Maret 2022 | 09:13 WIB
Studi AS: Long Covid Kemungkinan Disebabkan Adanya Kerusakan Saraf Akibat Imun yang Rusak
Ilustrasi Long Covid-19 (Envato)

Suara.com - Penelitian kecil di Amerika Serikat menemukan orang yang terus menerus mengalami gejala Covid-19, atau long Covid, hampir 60 persen mengalami kerusakan saraf yang mungkin disebabkan oleh respons imun rusak. Sehingga pasien dengan kondisi seperti itu memerlukan perawatan baru.

Penelitian itu melibatkan pemeriksaan mendalam terhadap 17 orang dengan kondisi long Covid, suatu kondisi yang muncul selama tiga bulan setelah infeksi Covid-19. Kondisi tubuh mereka diteliti setidaknya selama dua bulan.

"Saya pikir apa yang terjadi di sini adalah saraf yang mengontrol hal-hal seperti pernapasan, pembuluh darah, dan pencernaan, dalam beberapa kasus rusak pada pasien long Covid," kata peneliti utama sekaligus ahli saraf di Rumah Sakit Umum Massachusetts Dr. Anne Louise Oaklander.

Studi itu diterbitkan dalam jurnal Neurology: Neuroimmunology & Neuroinflammation.

Sebanyak 30 persen orang yang positif Covid-19 diyakini akan mengembangkan long Covid berkepanjangan, suatu kondisi dengan gejala mulai dari kelelahan, detak jantung yang cepat, sesak napas, kesulitan kognitif, nyeri kronis, kelainan sensorik, dan kelemahan otot.

Oaklander dan rekannya berfokus pada pasien dengan gejala konsisten dan jenis kerusakan saraf yang dikenal sebagai neuropati perifer. Hanya satu memiliki kasus Covid-19 ringan dan tidak mengalami kerusakan saraf sebelum infeksi.

Setelah mengesampingkan kemungkinan penjelasan lain untuk keluhan pasien, para peneliti menjalankan serangkaian tes untuk mengidentifikasi apakah saraf terlibat.

"Kami melihat dengan setiap tes diagnostik objektif utama. Sebagian besar memiliki neuropati serat kecil, kerusakan pada serat saraf kecil yang mendeteksi sensasi dan mengatur fungsi tubuh yang tidak disengaja seperti sistem kardiovaskular dan pernapasan," jelas Oaklander, dikutip dari Channel News Asia.

Temuan itu serupa dengan penelitian oleh Dr Rayaz Malik dari Weill Cornell Medicine Qatar pada Juli lalu. Mereka menemukan hubungan antara kerusakan serat saraf di kornea dan diagnosis long Covid.

baca juga

Dalam studi saat ini, 11 dari 17 pasien diobati dengan steroid atau imunoglobulin intravena (IVIG), pengobatan standar untuk pasien dengan kerusakan serat saraf kecil yang disebabkan oleh respon imun. Beberapa membaik meskipun tidak ada yang sembuh.

Sementara hasilnya hanya akan berlaku untuk pasien long Covid dengan jenis kerusakan saraf, ada kemungkinan imunoterapi dapat membantu, kata Dr Avindra Nath, seorang ahli neuroimunologi di Institut Nasional Gangguan Neurologis dan Stroke.

"Bagi saya, ini menunjukkan bahwa kita perlu melakukan studi prospektif yang tepat terhadap pasien jenis ini, dengan menguji obat dalam uji coba secara acak," kata Nath.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Faktor yang Bisa Bikin Kamu Alami Long Covid-19, Cek Lagi Yuk!

4 Faktor yang Bisa Bikin Kamu Alami Long Covid-19, Cek Lagi Yuk!

Health | Selasa, 01 Maret 2022 | 13:49 WIB

Varian Omicron Bisa Picu 7 Gejala Neurologis dan Long Covid-19 hingga 12 Minggu

Varian Omicron Bisa Picu 7 Gejala Neurologis dan Long Covid-19 hingga 12 Minggu

Health | Selasa, 22 Februari 2022 | 19:26 WIB

Studi Badan Keamanan Kesehatan Inggris Raya: Penerima Vaksin Tak Alami Gejala Covid Berkepanjangan Saat Terpapar

Studi Badan Keamanan Kesehatan Inggris Raya: Penerima Vaksin Tak Alami Gejala Covid Berkepanjangan Saat Terpapar

Jogja | Rabu, 16 Februari 2022 | 16:55 WIB

Terkini

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

×