Malnutrisi Bukan Hanya Masalah Kekurangan Gizi, Tapi Juga Obesitas

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 03 Maret 2022 | 08:05 WIB
Malnutrisi Bukan Hanya Masalah Kekurangan Gizi, Tapi Juga Obesitas
Ilustrasi malnutrisi, gizi buruk. (Shutterstock)

Suara.com - Status gizi anak yang tidak sesuai standar menunjukkan kondisi malnutrisi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengklasifikasikan malnutrisi bukan hanya kondisi kekurangan gizi, tapi juga kelebihan nutrisi atau obesitas.

Sayangnya, kelebihan nutrisi malah membuat tubuh menimbun lemak terlalu banyak dan menyebabkan berat badan terus bertambah.

"Makan makanan kalori tinggi, tidak banyak aktivitas fisik, akan bertambah berat badannya. Anak juga makin malas untuk beraktivitas, bertambah berat badan semakin tidak mau anak untuk melakukan aktivitas fisik. Akibatnya akan menjadikan obesitas," kata Dokter spesialis anak Dr. Winra Pratita, Sp.A(K).,  dalam webinar Hari Obesitas Dunia bersama Kementerian Kesehatan, Rabu (2/3/2022).

Ia menjelaskan bahwa menentukan obesitas pada anak bukan sekadar dari tinggi dan berat badannya. Tetapi, dari indeks massa tubuh atau BMI. Anak yang obesitas bisa memiliki nilai BMI hingga 40, jata dokter Winra. 

Berdasarkan pedoman IDAI disebutkan bahwa obesitas berbeda dengan kegemukan atau overweight. Definisi overweight adalah kelebihan berat badan dibandingkan dengan berat badan ideal yang dapat disebabkan karena penimbunan jaringan lemak.

Sedangkan obesitas merupakan suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas juga bisa menimbulkan berbagai penyakit saat anak dewasa. 

"Seperti, diabetes, penyakit jantung koroner nanti bisa terjadi pada anak ataupun dewasa obesitas," imbuhnya.

Penyebab obesitas, menurut dokter Winra, bukan hanya karena anak makan rerlalu banyak. Tetapi juga karena kurangnya aktivitas fisik.

Sehingga, apabila terlalu banyak energi yang masuk ke tubuh, tetapi tidak ada pembakaran energi, maka alambat laun ditimbun dalam tubuh menjadi sel lemak.

"Kurang aktivitas fisik, metabolisme menurun akibat tidak terjadi keseimbangan, tidak ada keseimbangan antara asupan yang masuk dengan yang keluar, sehingga terjadi kelebihan energi. Tahap selanjutnya dibentuk dalam jaringan lemak," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buat Kalian yang Takut Gembrot, Ini Tips Agar Berat Badan Tetap Ideal

Buat Kalian yang Takut Gembrot, Ini Tips Agar Berat Badan Tetap Ideal

Malang | Rabu, 02 Maret 2022 | 19:26 WIB

Beda Penumpukkan Lemak Obesitas Pada Laki-Laki dan Perempuan, Mana yang Lebih Mudah Lakukan Diet?

Beda Penumpukkan Lemak Obesitas Pada Laki-Laki dan Perempuan, Mana yang Lebih Mudah Lakukan Diet?

Health | Rabu, 02 Maret 2022 | 14:06 WIB

Dua Tahun Pandemi di Benua Etam, Malnutrisi Meningkat, Plt Kepala Diskes Kaltim Masitah Sebut Masih Kondisi Normal

Dua Tahun Pandemi di Benua Etam, Malnutrisi Meningkat, Plt Kepala Diskes Kaltim Masitah Sebut Masih Kondisi Normal

Kaltim | Senin, 28 Februari 2022 | 21:11 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB