facebook

Kemenkes: Stok Vaksin Kedaluwarsa Kurang dari Satu Persen

M. Reza Sulaiman
Kemenkes: Stok Vaksin Kedaluwarsa Kurang dari Satu Persen
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjawab kritikan terkait stok vaksin yang disebut kedaluwarsa. Apa katanya?

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjawab kritikan terkait stok vaksin yang disebut kedaluwarsa. Apa katanya?

Menurut Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, stok vaksin COVID-19 yang kedaluwarsa pada akhir Februari 2022 kurang dari satu persen dari seluruh persediaan.

"Dari angka prediksi awal kami 18 juta dosis yang berpotensi kedaluwarsa, tidak semuanya kedaluwarsa. Jumlahnya masih kurang dari satu persen dan masih dalam batas wastage rate," katanya di Jakarta.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, wastage rate mencakup vaksin sisa, tidak terpakai, rusak, dan hilang serta vaksin yang dijadikan stok penyangga untuk mengatasi kekurangan suplai, memenuhi kebutuhan darurat, dan relokasi antardaerah.

Baca Juga: Antibodi Vaksin Covid-19 pada Ibu Hamil 'Menular' ke Janin, Bisa Memberi Kekebalan Pasif pada Bayi?

ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]
ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]

Nadia mengatakan bahwa daerah yang stok vaksinnya sebagian kedaluwarsa antara lain Lampung. Sebanyak 170 ribu dosis lebih stok vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca di provinsi itu kedaluwarsa pada akhir Februari 2022.

Menurut Nadia, stok vaksin yang kedaluwarsa tersebut merupakan vaksin COVID-19 dengan masa guna singkat hibah dari negara sahabat.

Ia mengatakan bahwa daerah yang terlambat menggunakan stok vaksin sehingga sebagian persediaan vaksinnya menjadi kedaluwarsa tidak dikenai sanksi.

Menurut dia, Kementerian Kesehatan rutin mengingatkan pemangku kepentingan di daerah untuk memperbaiki tata kelola pemanfaatan vaksin COVID-19.

"Kalau sanksi tidak ada. Kita ingatkan untuk perbaikan tata kelola agar segera memanfaatkan vaksin yang akan kedaluwarsa terlebih dahulu," katanya.

Baca Juga: Nenek di Lampung Selatan Meninggal Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Pemerintah daerah, menurut dia, harus mengecek masa guna setiap pasokan vaksin COVID-19 yang diterima dan mengatur penggunaannya agar tidak banyak stok vaksin yang kedaluwarsa sebelum digunakan.

Komentar