facebook

Antibodi Vaksin Covid-19 pada Ibu Hamil 'Menular' ke Janin, Bisa Memberi Kekebalan Pasif pada Bayi?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Antibodi Vaksin Covid-19 pada Ibu Hamil 'Menular' ke Janin, Bisa Memberi Kekebalan Pasif pada Bayi?
Ilustrasi bayi. (Unsplash/@irinamurza)

Namun, berapa lama kekebalan pasif ini bertahan?

Suara.com - Wanita hamil yang terinfeksi Covid-19 sangat jarang menularkan virus corona ke janin yang dikandungnya. Namun, antibodi sang ibu dapat 'ditransfer' ke bayi melalui plasenta dan ASI.

Antibodi yang diberikan oleh ibu kepada bayi mereka disebut kekebalan pasif.

Tapi ternyata kekebalan pasif tidak hanya didapat dari infeksi saja, vaksin Covid-19 pun dapat menghasilkannya, lapor The Conversation.

Hal itu terbukti dalam penelitian baru oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, yang dilakukan antara Juli 2021 hingga Januari 2022.

Baca Juga: 5 Cara Jaga Kekebalan Tubuh Saat Pikiran Dilanda Stres

Penelitian ini melibatkan 379 bayi berusia di bawah 6 bulan yang dirawat di rumah sakit. Rerata bayi berusia dua bulan. Bayi-bayi tersebut dibagi menjadi dua kelompok.

Ilustrasi bayi. (Pexels)
Ilustrasi bayi. (Pexels)

Pertama berisi bayi positif Covid-19 dan menunjukkan gejala. Sementara yang lainnya dirawat di rumah sakit namun negatif Covid-19.

Peneliti membandingkan status vaksinasi masing-masing ibu dari bayi tersebut. Di sini, para ibu mendapat vaksin Covid-19 mRNA, yakni Moderna dan Pfizer.

Mereka menemukan, sebanyak 16% ibu dari bayi yang positif telah divaksin, sementara tingkat vaksinasi ibu bayi yang negatif Covid-19 adalah 32%, dua kali lipat. Hasil ini menunjukkan adanya efek perlindungan.

Beberapa bayi yang positif dirawat di perawatan intensif, dan 88% ibu mereka tidak divaksinasi, Satu bayi dalam penelitian meninggal dan ibunya pun tidak divaksin.

Baca Juga: Berapa Lama Kekebalan dari Suntikan Booster Vaksin Covid-19 Bertahan?

Tetapi dengan asumsi kekebalan pasif berperan, berapa lama itu akan bertahan?

Satu studi pada bayi yang mendapat antibodi dari infeksi sang ibu menunjukkan kekebalannya bertahan hingga bayi berusia enam bulan.

Kemungkinan kekebalan pasif yang dihasilkan melalui vaksinasi juga akan bertahan setidaknya selama ini.

Komentar