Sebelum Menstruasi, Wanita Bisa Alami Gangguan Dysphoric Pramenstruasi yang Lebih Ekstrem dari PMS!

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 04 Maret 2022 | 14:40 WIB
Sebelum Menstruasi, Wanita Bisa Alami Gangguan Dysphoric Pramenstruasi yang Lebih Ekstrem dari PMS!
Ilustrasi sakit perut (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini, orang-orang lebih familiar dengan sindom pramenstruasi atau PMS. Sebenarnya ada kondisi lain yang lebih ekstrem dari sindrom sebelum menstruasi tersebut, yakni gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD).

Premenstrual dysphoric disorder mirip dengan PMS, yang juga melibatkan keluhan fisik dan perubahan suasana hati. Namun, PMDD lebih parah.

PMDD menyebabkan perubahan suasana hati drastis, depresi berat, suasana hati yang mudah tersinggung, atau kecemasan selama satu atau dua minggu sebelum menstruasi.

Wanita usia reproduksi rentan terhadap gangguan ini, memengaruhi 5% hingg 10% dari mereka.

Gejala Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

ilustrasi sakit perut. (Pexels/Sora Shimazaki)
ilustrasi sakit perut. (Pexels/Sora Shimazaki)

Berdasarkan News Medical Life Science, gejala PMDD bisa berupa kemarahan, pemikiran bunuh diri, serangan panik, menangis, perubahan suasana hati, dan masalah tidur.

Wanita yang mengalaminya juga berisiko kehilangan minat untuk hubungan dan aktivitas sehari-hari. Mereka juga merasa lelah terus-menerus.

Namun, nafsu makan mereka akan meninggi dan mengalami kabut otak. Mereka merasa kehilangan kendali atas tubuh dan pikirannya.

Sementara tanda fisiknya bisa berupa payudara membesar, kram dan nyeri, kembung, sakit kepala, hingga nyeri otot atau persendian.

Peradangan kulit, gatal-gatal, timbul jerawat, atau masalah kulit lainnya, bisa menjadi gejala fisik lain. Bahkan, beberapa wanita mengeluh sakit kepala, pusing, pingsan, mati rasa, kesemutan, hingga sensasi berduri.

Gejala tersebut dapat mengurangi perasaan sejahtera dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa penyebab PMDD?

Pakar belum mengetahui secara pasti apa penyebabnya, namun mereka menduga ini berkaitan dengan fluktuasi hormonal.

Kemungkinan juga karena pergeseran kadar serotonin yang berubah selama siklus menstruasi. Beberapa wanita merespons dengan lebih sensitif dan intens terhadap perubahan semacam itu.

Selain itu, wanita yang telah didiagnosis dengan depresi atau kecemasan berisiko mengalami gejala PMS ekstrem. Dalam kasus ini, tekanan psikologis yang medasarinya harus diobati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenalin Sarah Mens, Mantan Pacar Romelu Lukaku yang Jarang Disorot

Kenalin Sarah Mens, Mantan Pacar Romelu Lukaku yang Jarang Disorot

Bola | Sabtu, 14 Agustus 2021 | 12:35 WIB

Vanessa Angel Panik Telat Mens 1 Bulan: Baru Juga Kurus

Vanessa Angel Panik Telat Mens 1 Bulan: Baru Juga Kurus

Bali | Kamis, 29 Juli 2021 | 17:02 WIB

YouTuber Maulana Iskak Ditangkap Polisi, Perkosa Model saat Mens

YouTuber Maulana Iskak Ditangkap Polisi, Perkosa Model saat Mens

Bali | Selasa, 04 Mei 2021 | 18:29 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB