Ruam Kulit Bisa Jadi Tanda Meningitis, Begini Cara Memastikannya

Jum'at, 04 Maret 2022 | 14:50 WIB
Ruam Kulit Bisa Jadi Tanda Meningitis, Begini Cara Memastikannya
ruam [shutterstock]

Suara.com - Meningitis dan septikenia adalah kondisi yang disebabkan oleh berbagai serangga, tetapi kebanyakan kasus disebabkan oleh bakteri.

Saat seseorang terkena meningitis, pasti kita akan mulai memperhatikan ruam yang muncul pada tubuh.

Karena, bakteri meningokokus adalah penyebab paling umum dari ruam meningitis ini.

CEO dari organisasi pengasuhan anak Australia Tiny Hearts Education, Nikki Jurcutz pun telah memberikan beberapa panduan tentang hal-hal yang sehausnya dicari ketika muncul ruam meningitis.

Jika anak Anda mengalami ruam, cobalah untuk menekan dan menahannya dengan kuat selama sekitar 2 detik dan lepaskan kembali. Kemudian, perhatikan kulit yang ditekan tersebut akan berubah warna atau tidak.

Ilustrasi meningitis (shutterstock)
Ilustrasi meningitis (shutterstock)

"Jika tidak berubah, itu akan menjadi ruam yang tidak memucat dan Anda perlu ke dokter," kata Nikki dikutip dari The Sun.

Nikki menjelaskan bahwa ruam yang memucat atau berubah warna saat ditekan adalah yang baik. Tapi, Anda harus mewaspadai bila hal yang terjadi sebaliknya.

Sebab, ruam yang tidak berubah warna setelah ditekan ini bisa menjadi tanda penyakit serius, seperti meningokokus.

Para ahli di Meningitis Research Foundation mengatakan ruam bisa menjadi salah satu tanda paling jelas dan paling spesifik dari meningitis meningokokus dan septikemia.

Baca Juga: Mengenal Varian Omicron Siluman: Tingkat Penularan dan Seberapa Berbahaya Mutasi Ini?

Mereka menjelaskan bahwa ruam ini dapat terlihat berbeda pada jenis kulit yang berbeda dan perkembangannya juga dapat bervariasi.

Mereka mengatakan bahwa ruam bisa terlihat seperti tusukan jarum merah atau terlihat seperti bintik-bintik ungu pada kulit yang menyerupai gigitan kutu.

Ruam mungkin juga terlihat lebih seperti memar, yang berwarna ungu kemerahan pada kulit. Kebanyakan pasien dengan septikemia meningokokus biasa mengembangkan ruam tersebut.

Nikki juga menambahkan bahwa pada beberapa kasus meningitis, seseorang juga bisa tidak mengembangkan ruam apapun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI