Mengapa Covid-19 Menyebabkan Hilangnya Indera Penciuman? Begini Penjelasan Ilmuwan

Sabtu, 05 Maret 2022 | 19:08 WIB
Mengapa Covid-19 Menyebabkan Hilangnya Indera Penciuman? Begini Penjelasan Ilmuwan
Ilustrasi kehilangan penciuman akibat Covid-19. [Engin Akyurt/Pixabay]

Suara.com - Hilangnya indera penciuman dan perasa adalah salah satu gejala virus corona Covid-19 untuk varian pertama hingga Delta.

Kini, gejala tersebut jarang dialami ketika varian Omicron mulai muncul di mana-mana.

Hilangnya indera penciuman atau anosmia ini umumnya hanya bertahan sementara dan penderita akan pulih beberapa minggu atau bulan setelah infeksi Covid-19.

Mengapa Covid-19 menyebabkan hilangnya anosmia?

Sebuah tim peneliti dari Italia telah menemukan bahwa hilangnya rasa dan bau bertepatan dengan adanya lonjakan interleukin 6 dalam darah.

Interleukin 6 merupakan molekul sinyal peradangan. Mengukur kadar interleukin 6 yang bersirkulasi dalam darah penting untuk mengidentifikasi perkembangan penyakit pada pasien Covid-19, lapor Times of India.

Hilangnya indra penciuman salah satu gejala umum virus corona Covid-19 sejak awal pandemi. Secara medis, hilangnya indra penciuman akibat virus corona ini disebut anosmia.
Hilangnya indra penciuman salah satu gejala umum virus corona Covid-19 sejak awal pandemi. Secara medis, hilangnya indra penciuman akibat virus corona ini disebut anosmia.

Studi juga menemukan bahwa dua gen, ACE2 dan TMPRSS2, yang penting bagi virus corona memasuki sel manusia juga diekspresikan oleh sel-sel epitel penciuman.

Epitel penciuman bertanggung jawab untuk mendeteksi bau. Adanya kedua gen tersebut membuat epitel penciuman rentan terhadap infeksi.

Jadi, peneliti menilai anosmia terjadi karena hilangnya fungsi sel-sel pendukung di epitel penciuman setelah serangan virus corona.

Baca Juga: Ulasan Film China 'Ode to the Spring', Tentang Pandemi Covid-19 yang Tayang Awal April

Cara mengetahui indera penciuman telah kembali

Sebenarnya, tidak ada tes khusus untuk mendeteksi apakah kembalinya kemampuan indera penciuman. Umumnya pasien hanya dapat mencoba berlatih sendiri untuk mencium bau dari benda di sekitarnya.

Namun, para ahli mengatakan bahwa berlatih mengendus produk aromatik akan membantu membangkitkan indera penciuman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI