Berdebar Hingga Sesak Napas Sebelum Ujian, Testophobia: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Senin, 07 Maret 2022 | 14:00 WIB
Berdebar Hingga Sesak Napas Sebelum Ujian, Testophobia: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi ujian (Unsplash/Surface)

Suara.com - Ujian adalah hal yang lumrah untuk melewati berbagai tahap dan jadi lebih baik. Tapi bagi beberapa orang, bisa sangat takut terhadap ujian sekolah dan menandakan ia mengalami Testophobia.

Bagi orang dengan testophobia, saat menghadapi ujian mereka bisa mengalami jantung berdebar, mual, kepala mulai pusing, sesak napas, bahkan hingga mengalami pingsan.

Mengutip Ruang Guru, Jumat (5/3/2022) testophobia adalah ketakutan yang terjadi secara terus-menerus pada bentuk ujian atau evaluasi.

Testophobia adalah fobia dengan jenis situasional yang berkaitan dengan pengalaman negatif.

Contohnya itu seperti pengalaman yang buruk, traumatik, ekspektasi yang tidak kunjung terealisasi, atau tuntutan yang berlebih.

Penyebab Testophobia

Ilustrasi Ujian Daring. (pexels.com)
Ilustrasi Ujian Daring. (pexels.com)

Ada dua faktor yang menyebabkan munculnya gejala testophobia. Faktor pertama itu genetika atau turunan dari orangtua, dan faktor kedua yaitu faktor lingkungan sosial.

Lingkungan sosial seperti keluarga, seperti kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pendidikan yang ideal, dan apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh seorang anak.

Apalagi banyak orang tua, saudara, tetangga, bahkan guru, menaruh harapan yang begitu besar kepada anak ketika anak tersebut sedang mempersiapkan ujian.

Baca Juga: Melihat UPPPG Berbasis Domisili, UN-nya Mahasiswa PPG dalam Jabatan

Lingkungan ini mengharapkan saat pulang ke rumah bisa membawa nilai yang tinggi, ingin memamerkan ranking saat kumpul keluarga, atau bahkan membanding-bandingkan nilai antara anak yang satu dengan yang lainnya.

Lalu tanpa disadari, pengalaman itu terekam sangat jelas di ingatan anak, dan menjadikannya cemas dan gelisah ketika hendak menghadapi ujian. Alasannya satu, takut mengecewakan orang yang sudah menaruh harapan padanya.

Hasilnya saat mulai berhadapan dengan ujian, yang dialami bukanlah rasa ingin tahu melihat sejauh mana pengetahuan yang dikuasai, tapi hanya berharap hasil ujiannya mendapatkan nilai baik yang sesuai harapan.

Cara Mengatasi Testophobia

Poin utama untuk menyebuhkan testophibia adalah adanya keingianan membuka pikirna dan cara pandang terhadap pendidikan yang ideal.

Selain itu perlu juga kerjasama dengan lingkungan sekitar, seperti orang tua, lingkungan sosial, dan pihak sekolah.

Seperti mengubah pemahaman diri sendiri dan lingkungan sosial bahwa belajar berarti tentang pengetahuan terhadap realitas kehidupan sehari-hari.

Sehingga jika tahu dan memahami ini, ditambah ada rasa senang, maka urusan nilai bukan lagi jadi yang paling dipusingkan saat ujian. Karena yang ada di kepala adalah, keingintahuan tentang sejauh mana menguasai pelajaran yang disenangi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI