Terpapar Konten Perang Rusia-Ukraina Terus-terusan Berdampak Buruk pada Psikologis, Kok Bisa?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 11 Maret 2022 | 08:40 WIB
Terpapar Konten Perang Rusia-Ukraina Terus-terusan Berdampak Buruk pada Psikologis, Kok Bisa?
Kebakaran terlihat di area perumahan di Mariupol di tengah invasi Rusia ke Ukraina, 3 Maret 2022, dalam gambar ini diperoleh dari media sosial. (Twitter @AyBurlachenko via Reuters/as)

Suara.com - Sejak Rusia menyerang Ukraina, setiap hari kita terpapar berita tentang kondisi para korban maupun peristiwa perang itu sendiri, baik di media sosial maupun televisi.

Media sosial memang digunakan sebagai wadah untuk mendokumentasikan konflik bersenjata sejak dahulu, seperti perang Suriah yang dimulai sejak 2011, dan orang di seluruh dunia dapat mengaksesnya.

Meski tidak tampak dampak langsungnya, melihat video atau foto peristiwa traumatis dapat memengaruhi kesehatan mental penonton, terlepas dari sumbernya.

Studi oleh profesor ilmu psikologi dari University of California, Roxane Cohen Silver, mengungkap orang yang menonton liputan televisi empat jam sehari selama seminggu mengalami peningkatan stres dan gejala gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Mereka juga berisiko lebih besar mengalami gangguan kesehatan yang terlihat bertahun-tahun kemudian, lapor Time.

Puing-puing berserakan di sekitar lubang di sebuah jalan, tempat beberapa rumah rusak akibat ledakan, menyusul serangan udara di Bila Tserkva, Kyiv Oblast, Ukraina, Sabtu (5/3/2022). [Dok.Antara]
Puing-puing berserakan di sekitar lubang di sebuah jalan, tempat beberapa rumah rusak akibat ledakan, menyusul serangan udara di Bila Tserkva, Kyiv Oblast, Ukraina, Sabtu (5/3/2022). [Dok.Antara]

Penelitian ini menunjukkan bahwa video atau gambar peristiwa traumatis bisa memiliki dampak yang sangat kuat pada orang-orang yang tidak terpengaruh perang secara langsung.

Jejaring sosial juga menjadi 'medan pertempuran' untuk menyebarkan informasi salah atau hoaks.

"Rusia telah mengobarkan media sosial dan perang informasi yang salah selama 10 hingga 12 tahun terakhir. Itu meningkat selama invasinya ke Ukraina," jelas penulis History, Disrupted: How Social Media and the World Wide Web Have Changed the Past, Jason Steinhauer.

Penyebaran berita palsu ini dapat memengaruhi kesehatan mental dengan menghilangkan indra realitas kita.

"Mempertimbangkan kemungkinan Anda akan menemukan sesuatu yang secara emosional manipulatif dan tidak benar dapat berdampak psikologis," ujar pekerja sosial klinis berlisensi dari San Francisco, Masha Mykhaylova.

Contoh nyatanya adalah saat penyebaran informasi yang salah memperburuk kesehatan mental masyarakat selama pandemi Covid-19 sekarang ini.

Sebuah studi yang terbit di JAMA Network Open membuktikan bahwa orang yang memercayai berita palsu tentang vaksin melaporkan gejala depresi.

Untuk mengurangi risikonya, Cohen Silver mengatakan dia lebih memilih membaca daripada melihat gambar atau video yang dapat merusak psikologisnya.

Sementara Mykhaylova menyarankan untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan untuk menonton berita dan memeriksa di media sosial.

Batas itu akan bervariasi dari orang ke orang dan melakukannya tidak boleh mengorbankan tidur, makanan, atau waktu di luar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WN Ukraina dan Rusia di Bali Bawa Pesan Perdamaian Berukuran 980 Meter di Atap Villa

WN Ukraina dan Rusia di Bali Bawa Pesan Perdamaian Berukuran 980 Meter di Atap Villa

Bali | Jum'at, 11 Maret 2022 | 07:02 WIB

Terdapat 516 Warga Sipil Tewas dan 908 Lainnya Terluka, PBB Desak Rusia untuk Hentikan Serangan ke Ukraina

Terdapat 516 Warga Sipil Tewas dan 908 Lainnya Terluka, PBB Desak Rusia untuk Hentikan Serangan ke Ukraina

Surakarta | Jum'at, 11 Maret 2022 | 06:30 WIB

Kemlu Ungkap Dua Tantangan Dalam Evakuasi WNI di Ukraina

Kemlu Ungkap Dua Tantangan Dalam Evakuasi WNI di Ukraina

News | Kamis, 10 Maret 2022 | 23:04 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB