Terkesan Menakutkan, Ini Cerita di Balik Simbol Ular dalam Profesi Dokter dan Dunia Medis

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 12 Maret 2022 | 14:39 WIB
Terkesan Menakutkan, Ini Cerita di Balik Simbol Ular dalam Profesi Dokter dan Dunia Medis
ilustrasi gambar ular dalam lambang WHO ((Hector Christiaen / Shutterstock.com)

Suara.com - Bagi yang berkutat dengan dunia medis, pasti familiar dengan simbol medis ular melilit tongkat. Simbol ini bukan hanya ada di beberapa rumah sakit dan apotek, tapi juga jadi logo utama organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Bukan hanya di Indonesia, simbol medis ular melilit tongkat juga jadi sudah jadi simbol profesi medis internasional. Menariknya, ternyata ada kisah panjang di balik sejarah simbol medis yang terdiri dari ular dan tongkat ini.

Mengutip Live Science, Sabtu (12/3/2022) ternyata ada dua versi asal usul simbol medis ini. Versi pertama yaitu versi sayap bertongkat yang dibawa dewa Olympian Hermes.

Dalam mitologi Yunani, Hermes adalah utusan di antara para dewa dan manusia ke dunia bawah. Hermes juga pelindung para pejalan, karena dokter di masa lalu kerap menempuh jarak yang sangat jauh dengan berjalan kaki untuk mengunjungi pasien mereka.

Versi kedua yaitu Hermes diberikan tongkat oleh Apollo, yang merupakan dewa penyembuh. Disebut juga Hermes menerima tongkat dari Zeus, raja para dewa, dan tongkat itu terjalin dua pita putih. Lalu pita-pita itu digantikan oleh ular.

Di satu cerita dikatakan, bahwa Hermes menggunakan tongkat untuk memisahkan dua ular yang berkelahi, yang kemudian ular itu melingkari tongkat dan tetap di sana untuk keseimbangan serta keharmonisan.

Di beberapa tempat simbol medis juga hanya terdiri dari tongkat yang terlilit satu ular, seperti yang dibawa Asclepius, yaitu dewa kedokteran Yunani.

Menurut mitologi, Asclepius punya kemampuan menyembuhkan orang sakit, bahkan ia disebut bisa menghidupkan kembali orang mati.

Dalam satu cerita, disebutkan dewa Zeus membunuh Asclepius dengan petir karena dianggap mengganggu tatanan alam dunia dengan menghidupkan kembali orang mati.

baca juga

Tapi di cerita lain juga disebutkan bahwa Zeus membunuh Asclepius karena sebagai hukuman menerima uang sebagai imbalan untuk membangkitkan orang mati.

Setelah meninggal, Asclepius kemudian ditempatkan di antara para binatang sebagai cerminan Ophiuchus atau sang pembawa ular.

Perlu di ketahui orang Yunani zaman dulu, menganggap ular sebagai sesuatu yang suci, dan kerap menggunakan ular dalam ritual penyembuhan, sekaligus untuk menghormati dewa Asclepius.

Ini karena ular saat melakukan pergantian kulit dipandang sebagai simbol kelahiran kembali dan pembaruan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerhati Ular Anggota Exalos Indonesia Tewas Digigit Ular Berbisa di Raja Ampat

Pemerhati Ular Anggota Exalos Indonesia Tewas Digigit Ular Berbisa di Raja Ampat

Lampung | Sabtu, 12 Maret 2022 | 14:29 WIB

Warga Bojonegoro Dihebohkan Viral Video yang Disebut Sebagai Ular Jadi-jadian Seberangi Jalan, Benarkah?

Warga Bojonegoro Dihebohkan Viral Video yang Disebut Sebagai Ular Jadi-jadian Seberangi Jalan, Benarkah?

Jatim | Sabtu, 12 Maret 2022 | 07:43 WIB

Terus Turun, Pasien COVID-19 di Kabupaten Cirebon yang Jalani Perawatan di Rumah Sakit Tinggal 146 Orang

Terus Turun, Pasien COVID-19 di Kabupaten Cirebon yang Jalani Perawatan di Rumah Sakit Tinggal 146 Orang

Jabar | Sabtu, 12 Maret 2022 | 05:00 WIB

Terkini

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:48 WIB

Amazon Hentikan Layanan 21 Air Usai Kecelakaan Pesawat Kargo di Miami Hingga 5 Orang Tewas

Amazon Hentikan Layanan 21 Air Usai Kecelakaan Pesawat Kargo di Miami Hingga 5 Orang Tewas

News | Senin, 14 September 2026 | 11:47 WIB

Kelangkaan BBM Subsidi Meluas, Apa yang Terjadi?

Kelangkaan BBM Subsidi Meluas, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:42 WIB

Media Kroasia: Debut Gila Ivan Mamut, Baru Datang Langsung Bikin Malu Juara Liga Indonesia

Media Kroasia: Debut Gila Ivan Mamut, Baru Datang Langsung Bikin Malu Juara Liga Indonesia

Bola | Senin, 14 September 2026 | 11:38 WIB

Deretan Mobil Listrik Termahal di Indonesia

Deretan Mobil Listrik Termahal di Indonesia

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 11:36 WIB

Soal Insiden KMP Virgo Transport 8, Puan Soroti Kecelakaan Kapal yang Terus Berulang

Soal Insiden KMP Virgo Transport 8, Puan Soroti Kecelakaan Kapal yang Terus Berulang

News | Senin, 14 September 2026 | 11:32 WIB

Hindari Kecelakaan, Simpang Volvo Bakal Ditutup Setelah Jalan Pinggir Rel Pasar Minggu Selesai

Hindari Kecelakaan, Simpang Volvo Bakal Ditutup Setelah Jalan Pinggir Rel Pasar Minggu Selesai

News | Senin, 14 September 2026 | 11:31 WIB

9 Merk Kompor Gas 2 Tungku Terbaik Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

9 Merk Kompor Gas 2 Tungku Terbaik Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:31 WIB

Gianni Infantino Nantikan Duel Panas Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Gianni Infantino Nantikan Duel Panas Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 14 September 2026 | 11:30 WIB

Karhutla 2026 Lepaskan Jutaan Ton Karbon, Apa Dampaknya bagi Target Iklim Indonesia?

Karhutla 2026 Lepaskan Jutaan Ton Karbon, Apa Dampaknya bagi Target Iklim Indonesia?

News | Senin, 14 September 2026 | 11:29 WIB

×