Bukan Sipit atau Belo, Ini Lho 5 Jenis Kelopak Mata pada Manusia

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 15 Maret 2022 | 13:03 WIB
Bukan Sipit atau Belo, Ini Lho 5 Jenis Kelopak Mata pada Manusia
Ilustrasi kelopak mata. Foto oleh Josh Sorenson dari Pexels

Suara.com - Orang berbeda ras bisa memiliki tipe kelopak mata yang berbeda. Misalnya, meski sesama bangsa Asia, tapi kebanyakan orang Indonesia memiliki mata lebih besar dan kelopak ganda daripada ras oriental seperti China, Jepang, dan Korea yang nermata sipit. 

Masyarakat mungkin awam dengan istilah mata belo dan sipit. Tapi sebenarnya ada 5 jenis kelopak mata yang berbeda pada manusia. Dikutip dari Dream Plastic Surgery  berikut lima jenis kelopak mata.

1. Monoloid

Ilustrasi mata milia. (Elements Envato)
Ilustrasi mata milia. (Elements Envato)

Monolid dikenal juga sebagai kelopak mata tunggal. Ciri-cirinya, tidak ada lipatan menonjol yang memisahkan kelopak mata menjadi dua bagian. Beberapa selebriti yang menyukai jenis kelopak mata ini termasuk penyanyi Hong Kong Sandy Lam serta So-Hee dari Wonder Girls.

Umumnya, orang Asia Timur cenderung memiliki kelopak mata monolid. Sehingga mata juga terlihat lebih kecil dan sipit. 

2. Kelopak Mata Runcing

Kelopak mata jenis ini terdapat lipatan ganda di atasnya. Ciri khasnya, lipatan kelopak mata yang meruncing sejajar dengan garis bulu mata bagian atas dan mengecil dengan menyatu di sudut dalam mata. Kelopak mata tipe ini dinilai cocok untuk yang menyukai tampilan polos dan bermata doe.

Beberapa kecantikan kelopak mata yang meruncing ditampilkan oleh aktris Singapura Fann Wong dan Bintang Korea Selatan Sandara Park dari 2NE1.

3. Kelopak Paralel

Jenis ini termasuk yang sedang tren di Korea Selatan. Kelopak mata jenis ini juga terdapat lipatan ganda, tapi di atas garis bulu mata tidak bertemu langsung dengan sudut mata. Sehingga seperti lipatan 'mengambang'. 

Secara garis besar, banyak yang menganggap ini sebagai jenis kelopak mata yang 'ideal' karena memberikan kesan bahwa seseorang memiliki mata yang tampak lebih besar dan cerah.

Selebriti dengan kelopak mata paralel yang alami termasuk Aktris China Fan Bing Bing dan Aktris asal Inggris Emma Watson. Umumnya, lipatan paralel lebih banyak di antara orang Kaukasia daripada orang Asia.

4. Kelopak Mata Dalam

Kelopak mata dalam sebenarnya kurang umum di antara orang Asia. Kelopak jenis ini menyoroti lapisan kulit ekstra yang terkulai di atas lipatan di sudut luar mata yang menyebabkannya tampak lebih kecil.  Terkadang membuat mata terkesan lebih mengantuk. 

Beberapa selebriti dengan kelopak mata jenis ini termasuk Jennifer Lawrence, Blake Lively, dan Anne Hathaway. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Menambang Mata Uang Kripto Bisa Ramah Lingkungan?

Benarkah Menambang Mata Uang Kripto Bisa Ramah Lingkungan?

Video | Sabtu, 12 Maret 2022 | 08:00 WIB

Lirik Lagu Dangdut Koplo Cinta dan Air Mata, Walau Ku Menangis Darah

Lirik Lagu Dangdut Koplo Cinta dan Air Mata, Walau Ku Menangis Darah

Sulsel | Senin, 14 Maret 2022 | 10:47 WIB

Benarkah Menambang Mata Uang Kripto Bisa Menebus 'Dosa' Lingkungan?

Benarkah Menambang Mata Uang Kripto Bisa Menebus 'Dosa' Lingkungan?

Video | Sabtu, 12 Maret 2022 | 10:30 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB