Tak Idap Diabetes Tapi Kadar Gula Darah Tinggi, 5 Kondisi Ini Bisa Jadi Pemicunya!

Rabu, 16 Maret 2022 | 16:39 WIB
Tak Idap Diabetes Tapi Kadar Gula Darah Tinggi, 5 Kondisi Ini Bisa Jadi Pemicunya!
Ilustrasi kadar gula darah (pexels)

Suara.com - Orang yang didiagnosis dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 tahu bahwa kadar gula darah mereka berfluktuasi secara drastis. Sehingga mereka perlu memantaunya secara teratur.

Tapi, kadar gula darah juga dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari. Sehingga naik turunnya gula darah adalah al yang biasa pada mereka yang tidak memiliki diabetes.

Tingkat gula darah tinggi atau hiperglikemia disebut sebagai suatu kondisi di mana ada terlalu banyak glukosa dalam darah.

Pada orang non-diabetes, kenaikan kadar gula darah ini bisa disebabkan oleh faktor-faktor seperti stres atau kondisi kronis lainnya.

Jika orang tersebut tidak didiagnosis menderita diabetes, sangat penting untuk mengelola kadar gula darah.

Ilustrasi diabetes (shutterstock)
Ilustrasi diabetes (shutterstock)

Kadar gula darah tinggi yang terus-menerus dapat mempersulit tubuh untuk sembuh, meningkatkan risiko infeksi dan berdampak jangka panjang pada organ lain seperti mata dan ginjal.

Seiring waktu, itu juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Jika kadar glukosa antara 100-125 mg/dL atau lebih dari 180 mg/dL satu sampai dua jam setelah makan, kondisi itu disebut hiperglikemia.

Penyebab Gula Darah Tinggi Pada Orang Non-Diabetes

Beberapa faktor dapat menyebabkan gula darah tinggi pada pasien non-diabetes, antara lain:

Baca Juga: Gara-Gara Omicron, China Lockdown Lagi dan Panic Buying Kembali Terjadi

1. Sindrom Ovarium Polikistik

Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon pada wanita yang termasuk dalam usia reproduksi. Kondisi ini dapat menyebabkan produksi testosteron, insulin, dan sitokin yang tinggi.

Bahkan, mereka resisten insulin dan tidak dapat menggunakan semua glukosa dalam darah untuk menghasilkan energi.

2. Stres

Stres yang tidak dikelola dapat menyebabkan lonjakan tingkat hormon seperti kortisol dan adrenalin. Pada gilirannya, ini bisa meningkatkan kadar gula darah, yang merupakan respons alami terhadap tekanan emosional yang dialami seseorang.

3. Infeksi

Segala jenis infeksi juga meningkatkan kadar hormon stres kortisol. Hormon ini menghalangi kemampuan insulin untuk menghilangkan kelebihan glukosa dari aliran darah, menghasilkan kadar gula darah tinggi yang konstan.

4. Obat-obatan

Obat-obatan tertentu seperti dopamin dan norepinefrin, imunosupresan seperti tacrolimus dan siklosporin, dan kortikosteroid dapat mengaktifkan enzim dalam darah yang dapat menjaga kadar gula darah tetap meningkat. Tubuh merasa sulit untuk menghasilkan energi dan orang tersebut merasa lelah sepanjang waktu.

5. Obesitas

Kelebihan sel lemak membuat tubuh resisten terhadap insulin. Kondisi ini juga membuat sulit untuk menghilangkan glukosa dari darah dan menggunakannya untuk menghasilkan energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI