Gawat! WHO Sebut Kasus Covid-19 di Dunia dalam Sepekan Terakhir Lebih Membahayakan

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 17 Maret 2022 | 10:23 WIB
Gawat! WHO Sebut Kasus Covid-19 di Dunia dalam Sepekan Terakhir Lebih Membahayakan
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

Suara.com - Penurunan kasus positif Covid-19 secarq global selama bulan lalu bukan menandakan pandemi akan segera berakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) justru memperingatkan negara-negara untuk tetap waspada terhadap virus corona.

Setelah lebih dari sebulan kasus positif menurun, tetapi meningkatan jumlah orang yang terinfeksi mulai kembali meningkat di seluruh dunia selama sepekan terakhir pekan lalu, kata WHO. Kondisi itu terlihat dari penguncian yang terjadi di sejumlah negara Asia, termasuk provinsi Jilin, China, yang kembali berjuang untuk menahan penularan.

WHO memperingatkan bahwa peningkatan kasus positif saat ini justru menjadi masalah yang jauh lebih besar karena beberapa negara juga melaporkan penurunan tingkat tes Covid-19.

Para pekerja medis dengan mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di dalam bangsal terisolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru, di Provinsi Hubei, China, 16/2/2020. (ANTARA/China Daily/ via REUTERS/tm)
Para pekerja medis dengan mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di dalam bangsal terisolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru, di Provinsi Hubei, China, 16/2/2020. (ANTARA/China Daily/ via REUTERS/tm)

Kombinasi beberapa faktor jadi penyebab peningkatan kasus positif, mulai dari paparan varian Omicron yang sangat menular dan turunannya BA.2-nya hingga pencabutan aturan menjaga jarak serta pelonggaran protokol kesehatan.

"Peningkatan ini terjadi meskipun ada pengurangan pengujian di beberapa negara, berarti kasus yang kami lihat hanyalah puncak gunung es," kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan, dikutip dari Channel News Asia.

Tingkat vaksinasi yang rendah di beberapa negara juga turut menyebabkan infeksi masih tinggi. Jumlah infeksi baru melonjak 8 persen secara global dibandingkan pada dua minggu lalu, dengan 11 juta kasus baru dan lebih dari 43.000 kematian dilaporkan selama 7-13 Maret. 

WHO mencatat kenaikan tersebut menjadi yang pertama sejak akhir Januari lalu.

Lonjakan kasus positif terbesar terjadi di wilayah Pasifik Barat, yang mencakup Korea Selatan dan China, di mana kasus meningkat 25 persen dan kematian 27 persen.

Afrika juga mengalami peningkatan kasus baru hingga 12 persen 14 persen peningkatan kematian. Infeksi Covid-19 di Eropa meningkat 2 persen, meski tidak ada lonjakan kematian. 

Di sisi lain, wilayah lainnya melaporkan penurunan kasus, termasuk wilayah Mediterania timur. Tetapi wilayah itu justru mengalami peningkatan kematian sebesar 38 persen akibat lonjakan infeksi sebelumnya.

Sejumlah ahli telah menyuarakan kekhawatiran bahwa Eropa menghadapi gelombang virus corona. Terlihat kasus meningkat sejak awal Maret di Austria, Jerman, Swiss, Belanda, dan Inggris.

Kepala Teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa varian BA.2 tampaknya menjadi virus yang paling menular sejauh ini.

Namun, tidak ada tanda-tanda bahwa infeksinya menyebabkan penyakit yang lebih parah. Juga tidak ada bukti bahwa varian baru lainnya mendorong peningkatan kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gercep, Kapolda Sumut Kerahkan Vaksinator Percepat Vaksinasi Jelang Ramadan

Gercep, Kapolda Sumut Kerahkan Vaksinator Percepat Vaksinasi Jelang Ramadan

Sumut | Kamis, 17 Maret 2022 | 10:03 WIB

Update Covid-19 Global: Data Lengkap Kasus Mingguan dari WHO

Update Covid-19 Global: Data Lengkap Kasus Mingguan dari WHO

Health | Kamis, 17 Maret 2022 | 09:47 WIB

Jonatan Christie Bersyukur Tampil di All England 2022 pasca Positif Covid-19

Jonatan Christie Bersyukur Tampil di All England 2022 pasca Positif Covid-19

Sport | Kamis, 17 Maret 2022 | 09:08 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB