Asmirandah Alami Keguguran saat Hamil Anak Kedua, Berapa Lama Umumnya Bisa Hamil Lagi?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 21 Maret 2022 | 17:48 WIB
Asmirandah Alami Keguguran saat Hamil Anak Kedua, Berapa Lama Umumnya Bisa Hamil Lagi?
Potret Chloe Anak Asmirandah (Instagram/@asmirandah89)

Suara.com - Istri Jonas Rivanno, Asmirandah mengalami keguguran pada kehamilan keduanya. Jonas bercerita hal ini bermula dari satu keluarga yang terinfeksi virus corona Covid-19.

Asmirandah yang juga terinfeksi virus corona Covid-19 tidak bisa melakukan pemeriksaan kehamilan.

Setelah pulih, Asmirandah kembali cek kehamilan tetapi kondisi jantung janin dalam kandungannya tidak lagi berdetak.

Peristiwa ini pastinya menyisakan kesedihan bagi Asmirandah dan Jonas Rivanno. Terlebih setelah pemeriksaan lanjut, ternyata bakal calon anak keduanya juga memiliki sedikit kelainan.

"Hancur rasanya ketika usg ,jantung anak kami dalam kandungan istriku sudah tidak berdetak.. kami dihadapi kenyataan...anak kami dalam kandungan istriku tidak berkembang sejak kehamilan 9 minggu," kata Jonas Rivanno.

Asmirandah keguguran anak kedua (instagram.com)
Asmirandah keguguran anak kedua (instagram.com)

Keguguran atau abortus adalah kematian embrio atau janin sebelum usia kehamilan 20 minggu atau sebelum 5 bulan.

Keguguran menjadi pertanda ada sesuatu yang salah dalam kehamilan atau janin yang gagal berkembang.

Keguguran pastinya tidak hanya berdampak secara mental, tetapi juga fisik ibu. Seseorang mungkin mengalami trauma atau kondisi fisiknya tidak bisa langsung siap untuk hamil lagi.

Anda bisa menunggu sampai waktunya tepat untuk kembali hamil. Sekitar 85 persen wanita yang mengalami keguguran bisa kembali hamil dalam kondisi sehat sampai kelahiran.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan wanita untuk hamil lagi setelah keguguran dilansir dari Hellosehat, antara lain:

  1. Pemeriksaan kehamilan secara rutin
  2. Jaga asupan nutrisi
  3. Kurangi pikiran dan perasaan yang membuat stres
  4. Lakukan kegiatan yang menyenangkan

Setidaknya tunggulah sampai siklus menstruasi kembali normal dan sudah 1 kali menstruasi sebelum mulai mencoba untuk hamil lagi.

Tapi, hal yang terpenting adalah harus memastikan diri sendiri siap secara fisik dan mental apabila ingin hamil lagi setelah keguguran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asmirandah Keguguran setelah Positif Covid-19, Ketahui Risiko Infeksi Virus Ini pada Kondisi Hamil Muda

Asmirandah Keguguran setelah Positif Covid-19, Ketahui Risiko Infeksi Virus Ini pada Kondisi Hamil Muda

Health | Senin, 21 Maret 2022 | 16:33 WIB

Termasuk Berisiko, Kenali Bahaya Kehamilan Ektopik yang Memerlukan Penanganan Medis Segera

Termasuk Berisiko, Kenali Bahaya Kehamilan Ektopik yang Memerlukan Penanganan Medis Segera

Health | Rabu, 16 Maret 2022 | 18:00 WIB

Studi AS: Program Penurunan Berat Badan Tidak Meningkatkan Peluang Kehamilan

Studi AS: Program Penurunan Berat Badan Tidak Meningkatkan Peluang Kehamilan

Health | Selasa, 15 Maret 2022 | 14:57 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB