Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Minumlah Teh Asam Ini Setiap Pagi Hari!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 23 Maret 2022 | 15:01 WIB
Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Minumlah Teh Asam Ini Setiap Pagi Hari!
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Suara.com - Tekanan darah tinggi adalah kondisi yang bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung.

Untungnya, tekanan darah tinggi ini bisa diatasi dengan melakukan diet sederhana. Sebuah penelitian menemukan minum teh asam bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Teh asam juga disebut sebagai teh kembang sepatu, yakni teh harum yang dibuat dari kelopak kering bunga Hibiscus sabdariffa tropis.

Studi yang diterbitkan di Journal of advanced Pharmaceutical technology & research berusaha untuk mengevaluasi efek antihipertensi dari teh asam pada hipertensi stadium satu.

Tahap satu hipertensi juga disebut sebagai prehipertensi, yakni pembacaan tekanan darah yang menunjukkan Anda mungkin mendapatkan tekanan darah tinggi di masa depan.

ilustrasi teh asam (Pixabay.com)
ilustrasi teh asam (Pixabay.com)

Pasien dengan hipertensi tahap satu yang didiagnosis oleh ahli jantung telah dimasukkan dalam uji klinis ini setelah memberikan persetujuan.

Para pasien dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok kontrol dan kelompok kasus yang menjalani gaya hidup dan diet sehat untuk mengontrol tekanan darah tinggi. Kelompok kasus mendapatkan dua cangkir teh asam setiap pagi selama 1 bulan.

Kemudian, peneliti mencatat tekanan darah kedua kelompok pada awal dan akhir penelitian untuk dianalisis.

Sebanyak 46 pasien berpartisipasi dalam penelitian ini dan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal usia dan indeks massa tubuh (BMI) antara kelompok.

BMI adalah ukuran yang menggunakan tinggi dan berat badan Anda untuk berolahraga jika berat badan Anda sehat.

Ada penurunan yang signifikan dalam tekanan darah sistolik pada kedua kelompok, tetapi penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik lebih signifikan pada kelompok yang minum teh asam.

"Menggunakan H. sabdariffa sebagai teh asam untuk diminum dua kali sehari dapat efektif dalam mengelola tekanan darah pada hipertensi tahap satu bersama dengan gaya hidup dan modifikasi pola makan," kata para peneliti dikutip dari Express.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penderita Hipertensi Hindari Jenis Makanan Ini di Bulan Ramadhan

Penderita Hipertensi Hindari Jenis Makanan Ini di Bulan Ramadhan

Lampung | Rabu, 23 Maret 2022 | 12:50 WIB

Ayah Fadil Jaidi Kepergok Aduk Teh Pakai Alat Ini saat Umroh, Fuji: Serem Banget Sih Pak Muh!

Ayah Fadil Jaidi Kepergok Aduk Teh Pakai Alat Ini saat Umroh, Fuji: Serem Banget Sih Pak Muh!

Lifestyle | Rabu, 23 Maret 2022 | 10:39 WIB

5 Tanda Konsumsi Kafein Berlebihan, Bagaimana Cara Atasinya?

5 Tanda Konsumsi Kafein Berlebihan, Bagaimana Cara Atasinya?

Health | Selasa, 22 Maret 2022 | 13:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB