World TB Day 2022, Upaya Eliminasi Kasus Tuberkulosis Indonesia Perlu Belajar dari Penanganan Covid-19

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 23 Maret 2022 | 17:53 WIB
World TB Day 2022, Upaya Eliminasi Kasus Tuberkulosis Indonesia Perlu Belajar dari Penanganan Covid-19
Konferensi Pers World TB Day 2022, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Suara.com - Semenjak pandemi Covid-19 melanda, fokus perhatian soal kesehatan menjadi tertuju pada virus ini, sehingga menghambat penanganan penyakit lain, salah satunya pada tuberkulosis (TBC).

Tuberkulosis sendiri masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat Indonesia. Berdasar data Kemenkes, kasus baru tuberkulosis di Indonesia mencapai 824.000, jumlah terbanyak ketiga setelah India dan China.

Sementara tingkat kematian tuberkulosis mencapai 94.000 kasus. Artinya, setiap 1 jam 11 orang di Indonesia meninggal karena penyakit yang penyerang paru-paru ini.

"Sejak pandemi, terjadi perubahan fokus, upaya eliminasi TBC tak lagi jadi perhatian.....Akibatnya terjadi penurunan kasus yang diperiksa, semakin dikit yang diobati, semakin tinggi tingkat penularannya," ujar Dr. Erlina Burhan, Sp.P(K), pada konferensi pers Peringatan World TBC Day, Rabu (23/3/2022).

Karenanya untuk memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh pada 24 Maret dengan tema "Investasi untuk Eliminasi Tuberkulosis, Selamatkan Bangsa", Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengajak seluruh elemen masyarakat ikut serta.

Konferensi Pers World TB Day 2022, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.
Konferensi Pers World TB Day 2022, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Di sini PDPI berkomitmen untuk meningkatkan aktivitas penemuan dan pengobatan kasus TBC, dengan cara berkolaborasi dengan berbagai pihak, tak hanya sesama profesi tapi juga berbagai lapisan pemerintah dan komunitas.

Untuk penanganan TBC, diharapkan bisa belajar dari strategi penanganan pandemi Covid-19. Mulai dari kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan hingga alat penegakan diagnosis.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan berperan serta dalam edukasi pencegahan dan deteksi dini tuberkulosis di lingkungannya. "Belajar dari Covid kita tidak malu mendeklarasikan diri atau posting di media sosial kalau positif, harusnya untuk TBC juga demikian, jadi orang tak lagi malu dengan TBC sehingga menghilangkan stigma," tambah Dr. Erlina.

Masyarakat diimbau untuk periksa segera ketika terdapat gejala yang mengarah ke tuberkulosis seperti batuk lebih dari 2 minggu, batuk darah, demam lama, penurunan berat badan dan nafsu makan.

Perlu diketahui, ada beragam faktor risiko orang terkena tuberkulosis, yang pertama adalah lingkungan. Penyakit ini rentan menular di tempat yang sangat crowded seperti rumah berdempet-dempet dengan ventilasi minim sehingga tidak ada pertukaran udara.

Ilustrasi gambar obat herbal batuk kering. (freepik)
Ilustrasi batuk tuberkulosis. (freepik)

Sebab kuman tuberkulosis akan berkembang biak dengan cepat di tempat yg lembap. Kedua adalah mereka yang punya komorbid HIV, diabetes dan lainnya yang memiliki sistem imun lebih rendah.

Perokok aktif pun harus waspada dengan TBC. Hampir 70 persen laki-laki dewasa perokok di Indonesia, dan para perokok biasanya mengalami peradangan kronis di pernapasannya yang umumnya menyebabkan batuk, jadi menganggapnya hanya batuk biasa padahal bisa saja TBC.

"Orang normal sehat itu ga batuk, kalau dia batuk lama pasti ada something wrong," jelas Dr. Erlina.

Dengan upaya tersebut, PDPI juga terus akan melakukan penelitian dalam rangka pengembangan vaksin, obat-obatan Tuberkulosis dan Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) terbaru untuk dapat direkomendasikan kepada pemerintah guna mencapai target penurunan kasus 17% per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Bahas Rencana Ubah Status Pandemi Jadi Endemi dengan Thailand, Puan: Tantangan Kita Bersama

Indonesia Bahas Rencana Ubah Status Pandemi Jadi Endemi dengan Thailand, Puan: Tantangan Kita Bersama

Jogja | Rabu, 23 Maret 2022 | 16:43 WIB

Pastikan Pandemi Covid-19 Segera Berakhir jadi Endemi, Menkes Budi: Tapi Kapan Waktunya Masih Abu-abu

Pastikan Pandemi Covid-19 Segera Berakhir jadi Endemi, Menkes Budi: Tapi Kapan Waktunya Masih Abu-abu

News | Rabu, 23 Maret 2022 | 15:58 WIB

Indonesia dan Thailand Bahas Rencana Perubahan Status Pandemi Covid-19 ke Endemi

Indonesia dan Thailand Bahas Rencana Perubahan Status Pandemi Covid-19 ke Endemi

Sulsel | Rabu, 23 Maret 2022 | 15:34 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB