Kabar Baik, Kemenkes Dapat Bantuan Bikin 6 RS Khusus Ibu dan Anak: Bisa Bantu Turunkan Stunting!

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 26 Maret 2022 | 19:34 WIB
Kabar Baik, Kemenkes Dapat Bantuan Bikin 6 RS Khusus Ibu dan Anak: Bisa Bantu Turunkan Stunting!
Kemenkes Akan Bangun 6 RS Khusus Ibu dan Anak. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Kabar baik untuk Indonesia karena mendapat bantuan untuk pembangunan sebanyak 6 RS ibu dan anak. Nantinya, rumah sakit ini dapat membantu mengurangi angka kematian ibu dan anak, mencegah stunting, sekaligus memaksimalkan bonus demografi Indonesia di 2030 mendatang.

Dijelaskan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bahwa angka kanker anak dan kanker pada perempuan jumlahnya cukup tinggi di Indonesia, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus.

"Kita 2030 akan mengalami puncak demografi, yang bisa meningkatkan ekonomi. Tetapi demografi ini ada ancaman, yaitu kematian ibu dan anak tinggi," ujar Menkes Budi saat melakukan kunjungan di RS Kanker Dharmais, Sabtu (26/3/2022).

Sehingga ancaman ini perlu diminimalisir agar demografi tidak berubah jadi kutukan bumerang, karena anak muda dan perempuan calon ibu sakit, sehingga bonus demografi tidak bisa tercapai.

"Tetapi banyak orang berbicara kita bisa menjadi bonus demografi, tetapi juga bisa menjadi kutukan demografinya. Mengapa? Karena kita (angka) stunting 24 persen. Sekarang kita punya banyak bayi, tapi IQ mereka hanya 80 persen di bawah standar, itu bukan bonus, itu kutukan," tutur Menkes.

Alhasil, dengan pembangunan 6 rumah sakit ibu dan anak yang dibantu oleh investasi kesehatan pendanaan IsDB Group, dinilai bisa membantu mencegah bonus demografi yang berubah jadi kutukan.

Kemenkes Akan Bangun 6 RS Khusus Ibu dan Anak. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Kemenkes Akan Bangun 6 RS Khusus Ibu dan Anak. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Pembangunan 6 rumah sakit ibu dan anak ini akan berada di dalam rumah sakit naungan Kemenkes RI, yaitu RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, RS Kanker Dharmais Jakarta, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, RS dr Sardjito, dan RSUP Sanglah Denpasar Bali.

Proyek pembangunan rumah sakit ibu dan anak ini akan segera dimulai tahun 2022, dan diprediksi akan rampung pada 2024 mendatang. Adapun anggaran yang diberikan IsDB Loan sebesar 261.718.000 USD.

Sisanya akan dipenuhi oleh pemerintah Indonesia, melalui anggaran BLU RS Vertikal sebesar 31.361.000 USD atau sekitar Rp 3,7 triliun.

Adapun alasan program rumah sakit ibu dan anak yang dipilih, karena IsDB Group akan mengikuti program yang sedang digencarkan dan difokuskan pemerintah Indonesia, salah satunya stunting, angka kematian ibu, hingga penyakit kanker yang menyerang perempuan dan anak.

Kemenkes Akan Bangun 6 RS Khusus Ibu dan Anak. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Kemenkes Akan Bangun 6 RS Khusus Ibu dan Anak. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Adapun fasilitas dan peralatan rumah sakit ibu dan anak dalam proyek ini nantinya akan meliputi:

  1. RS Kanker Dharmais, berupa pembangunan Tower C “Woman and Child Cancer Center”, terdiri dari 18 lantai dengan tig basement.
  2. RS Persahabatan, berupa pembangunan Gedung Respirasi ibu dan anak terdiri dari 8 dan 6 lantai.
  3. RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, berupa dibangunnya Gedung Mother and Child Healthcare Centre (MCHC) terdiri dari dari 8 lantai plus 1 basement.
  4. RS dr Sardjito, pengadaan bangunan Maternal and Pediatric Tower terdiri dari 8 lantai.
  5. RSUP Sanglah Denpasar, akan dibangun gedung ibu dan anak 4 lantai dan 1 basement .
  6. RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, akan dibuat gedung Pusat Layanan Ibu dan Anak terdiri dari 8 lantai dengan 1 unit perparkiran 5 lantai dan 1 basement.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuberkulosis Masih Jadi Masalah di Indonesia, Setiap Jam 11 Orang Meninggal

Tuberkulosis Masih Jadi Masalah di Indonesia, Setiap Jam 11 Orang Meninggal

Health | Jum'at, 25 Maret 2022 | 18:47 WIB

Masyarakat Takut ke Rumah Sakit Gara-gara Pandemi, Penanganan Tuberkulosis Jadi Terhambat

Masyarakat Takut ke Rumah Sakit Gara-gara Pandemi, Penanganan Tuberkulosis Jadi Terhambat

Health | Jum'at, 25 Maret 2022 | 05:05 WIB

Kemenkes: 18 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terima Vaksin Booster

Kemenkes: 18 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terima Vaksin Booster

Health | Kamis, 24 Maret 2022 | 21:15 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB