Bisa Perbaiki Suasana Hati, Cobalah Makan 5 Makanan Ini

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 26 Maret 2022 | 19:44 WIB
Bisa Perbaiki Suasana Hati, Cobalah Makan 5 Makanan Ini
ilustrasi makanan (Pixabay)

Suara.com - Makanan bisa memberi dampak luar biasa pada suasana hati seseorang secara keseluruhan. Perut yang kenyang dan sehat ini memang sangat penting bagi fungsi otak manusia.

Karena itu, orang harusnya tidak hanya mengonsumsi makanan demi kelangsungan hidup tetapi juga harus fokus pada makanan sehat.

Menurut Psikiater Ahli Saraf Klinis, Daniel Amen, salah satu dari 7 rahasia ilmu saraf untuk kebahagiaan adalah menikmati makanan dan minuman yang bisa membuat suasana hati lebih baik. Tidak hanya untuk sesaat, tetapi juga jangka panjang.

Para ahli mengatakan makanan menenangkan seperti pizaa dan es krim itu hanya bersifat sementara.

Tapi, makanan yang benar-benar mengandung nutrisi pemicu kebahagiaan kimiawi dan hormon tubuh akan memberikan dampak kebahagiaan jangka panjang. Berikut ini dilansir dari Times of India, makanan yang baik untuk meningkatkan suasana hati.

Ilustrasi Buah-buahan. (Pixabay)
Ilustrasi Buah-buahan. (Pixabay)

1. Buah

Buah-buahan dan beri bisa memberikan dampak baik pada suasana hati dan tubuh manusia. Makanan ini sangat kaya akan antioksidan yang sangat penting bagi kesehatan manusia.

Apalagi buah-buahan dan beri serta sayuran yang bersifat musiman, ditanam secara organik dan tidak diberi pestisida dan obat penumbuh tanaman lainnya.

2. Minyak yang sehat

Banyak orang menghindari penggunaan minyak, karena dinilai buruk untuk kesehatan tubuh. Tapi, Dr Amin menyarankan untuk menggunakan minyak sehat. Karean, inyak goreng sehat kaya akan antioksidan yang baik untuk kesehatan dan suasana hati.

3. Telur

Telur juga makanan yang bisa membantu meningkatkan mood. Para ahli mengatakan telur sarat dengan kolin yang membantu menghasilkan neurotransmiter, sehingga membantu meningkatkan suasana hati.

Telur memberikan B-12, folat, protein, dan lemak sehat, yang penting untuk fungsi otak. Kuning telur dikemas dengan karotenoid yang juga sama baiknya.

4. Makanan dengan indeks glikemik rendah

Makanan dengan indeks glikemik tinggi bisa menyebabkan ngantuk, karena mengakibatkan variasi mendadak dalam kadar gula darah. Makanan ini meningkatkan kadar gula darah dan proses pengolahannya juga tidak seperti makanan lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebaiknya Dihindari, Ini 7 Kebiasaan Penyebab Perut Buncit

Sebaiknya Dihindari, Ini 7 Kebiasaan Penyebab Perut Buncit

Your Say | Sabtu, 26 Maret 2022 | 14:38 WIB

Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Santri di Gunung Putri Bogor Dilarikan ke Rumah Sakit

Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Santri di Gunung Putri Bogor Dilarikan ke Rumah Sakit

Bogor | Sabtu, 26 Maret 2022 | 10:18 WIB

Sering Digunakan Banyak Orang, Dokter Jelaskan Bahaya 4 Pelumas Alami Ini untuk Vagina

Sering Digunakan Banyak Orang, Dokter Jelaskan Bahaya 4 Pelumas Alami Ini untuk Vagina

Health | Jum'at, 25 Maret 2022 | 20:30 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB