Kenali Obat Pencegah Covid-19 Evusheld yang Diperuntukkan Kelompok Tertentu, Kamu Termasuk?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Kamis, 31 Maret 2022 | 17:47 WIB
Kenali Obat Pencegah Covid-19 Evusheld yang Diperuntukkan Kelompok Tertentu, Kamu Termasuk?
Ilustrasi obat. (Unsplash)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS atau FDA telah menyetujui penggunaan obat Evusheld, fungsinya untuk mencegah Covid-19 pada orang yang berisiko tinggi dan tidak cukup terlindungi dengan vaksinasi saja.

Evusheld atau AZD7442 ditemukan oleh Vanderbilt University Medical Center dan telah dilisensikan kepada AstraZeneca pada Juni 2020,

Data dari studi pendahuluan yang belum ditinjau sejawat, Evusheld mampu mengurangi risiko gejala Covid-19 sebanyak 77% pada orang dewasa berisiko tinggi yang tidak divaksinasi.

Evusheld merupakan kombinasi dua antibodi, tixagevimab dan cilgavimab, yang mengikat protein lonjakan virus corona dan mencegahnya memasuki serta menginfeksi sel di dalam tubuh.

Tugas Evusheld berbeda dari antivirus seperti molnupiravir, yang bekerja dengan menghentikan replikasi virus di dalam sel.

Ilustrasi covid-19 omicron, kriteria pasien omicron sembuh dan selesai isoman (pixabay)
Ilustrasi covid-19  (pixabay)

Obat ini dircaik agar dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh, memungkinkannya memberi perlindungan terhadap Covid-19 selama beberapa bulan setelah dosis tunggal.

Peneliti berharap Evusheld dapat diberikan setiap enam bulan untuk menjaga tingkat antibodi menjadi cukup tinggi agar efektif melawan infeksi SARS-CoV-2.

Evusheld tidak dimaksudkan untuk mengobati Covid-19, tetapi untuk mencegah orang yang rentan tidak jatuh sakit.

Siapa yang seharusnya menggunakan Evusheld?

Menurut The Conversation, Evusheld dapat digunakan oleh orang berusia 12 tahun ke atas yang masuk ke dalam kelompok:

1. Orang-orang dengan gangguan kekebalan sedang sehingga berat karena kondisi medis atau pengobatan tertentu.

Sebagian besar orang dalam kelompok ini tetap mendapat perlindungan dari vaksin Covid-19, tetapi sistem kekebalan mereka tidak dapatmembuat antibodi pelindung yang cukup.

Kelompok ini juga termasuk pasien yang menerima pengobatan kanker, penerima transplantasi organ, serta orang dengan gangguan sistem ekebalan tertentu.

Orang yang menggunakan obat imunosupresif, seperti steroid dosis tinggi dan perawatan penyakit autoimun, juga memenuhi syarat obat ini.

2. Orang yang memiliki reaksi parah terhadap vaksin Covid-19 dan tidak dapat menerima rejimen dosis penuh.

Namun, obat Evusheld tidak bisa dikonsumsi bagi mereka yang hanya mengalami reaksi ringan umum, seperti nyeri di tempat suntikan atau demam ringan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Perempuan Internasional: ISEA Luncurkan Panduan Pemberdayaan Perempuan di Bidang Pertanian untuk Pemulihan Covid-19

Hari Perempuan Internasional: ISEA Luncurkan Panduan Pemberdayaan Perempuan di Bidang Pertanian untuk Pemulihan Covid-19

Sulsel | Kamis, 31 Maret 2022 | 16:58 WIB

Panduan Sholat Tarawih dan Jumat Berjamaah dari MUI di Masa Pandemi COVID-19 2022

Panduan Sholat Tarawih dan Jumat Berjamaah dari MUI di Masa Pandemi COVID-19 2022

News | Kamis, 31 Maret 2022 | 16:56 WIB

Anjurkan Buka Puasa di Rumah, Anies Ingatkan Warga Risiko Terpapar Covid-19: Penularan Terjadi karena Kita Lengah

Anjurkan Buka Puasa di Rumah, Anies Ingatkan Warga Risiko Terpapar Covid-19: Penularan Terjadi karena Kita Lengah

News | Kamis, 31 Maret 2022 | 16:29 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB