Bisa Memperparah Penyakit Utama, Jangan Remehkan Komorbid di Masa Pandemi

Iman Firmansyah | Suara.com

Minggu, 10 April 2022 | 11:36 WIB
Bisa Memperparah Penyakit Utama, Jangan Remehkan Komorbid di Masa Pandemi
Ilustrasi virus Covid-19. (freepik.com)

Suara.com - Saat pandemi Covid-19 merebak tahun 2020 lalu yang memakan banyak korban terutama mereka yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan, barulah banyak yang tersadar untuk menjaga kesehatan karena takut kalau sampai terkena virus akan mengalami sakit parah atau malah meninggal dunia.

Penyakit komorbid merupakan penyakit penyerta lain selain penyakit utamanya. Dapat bersifat akut atau kronis menahun, adanya komorbid bisa memperparah gejala atau beratnya derajat penyakit utama. Faktor risiko, seperti usia dan jenis kelamin dapat berbeda pada setiap komorbid, tidak bisa disamaratakan. Namun, semua penyakit komorbid berpotensi memperberat penyakit yang sedang dialami.

Dokter Penyakit Dalam RS Premier Jatinegara Jakarta, dr. Ario Perbowo Putra, Sp. PD, FINASIM menyarankan agar masyarakat tidak mengabaikan komorbid terutama saat pandemi.  "Jika seseorang sudah tahu riwayat penyakit terdahulu dan ada obat yang biasa dikonsumsi rutin maka sudah pasti termasuk orang dengan komorbid. Sebaiknya, selalu informasikan perihal ini kepada dokter yang merawat," sebut dr. Ario dalam keterangan resminya, Minggu (10/4/2022).

Bagi mereka yang belum mengetahui apakah memiliki komorbid atau tidak, dr.Ario menyarankan agar berkonsultasi dengan dokter. "Diagnosis akan dilakukan dokter melalui anamnesis tanda serta gejala sebelumnya, pemeriksaan fisik, dan beberapa pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan darah, pemeriksaan rekam jantung/elektrokardiogram(EKG), dapat juga melalui pemeriksaan pencitraan, seperti rontgen, ultrasonography, Computerized Tomography (CT) scan, atau  Magnetic Resonance Imaging (MRI)," kata dr. Ario.

Jika pasien terbuka dan jujur, dokter dapat mengetahui sejauh mana kondisi komorbid pasien tersebut terkontrol karena kondisi komorbid pada setiap pasien berbeda. Ada yang kondisi komorbidnya stabil terkontrol dan ada yang kambuh. "Jika pasien komorbid terinfeksi covid maka dokter dapat mengetahui derajat berat penyakit Covid-19 dan dapat melaksanakan tatalaksana secara menyeluruh. Jika komorbid terkontrol akan sama dengan pasien tanpa komorbid," sebut dr. Ario.

Sementara itu, untuk tindakan preventif masyarakat diminta memiliki asuransi kesehatan. Faculty Head Sequis Quality Empowerment, Yan Ardhianto, AWP, RFP, IPP memberikan tips sederhana dalam memilih produk asuransi pada masa pandemi diantaranya adalah carilah asuransi kesehatan yang memberikan manfaat tidak hanya biaya kamar saja seperti yang terdapat pada Sequis Q Infinite MedCare Rider (SQIMC).

"Sebaiknya miliki asuransi kesehatan yang menanggung biaya rawat inap, perawatan intensif, dan pembedahan yang membayarkan sesuai tagihan (as charged), juga memberikan manfaat perawatan penyakit kritis dengan limit manfaat tahunan yang tinggi bahkan lebih baik jika nilainya selalu diperbarui setiap tahun oleh perusahaan asuransi,” terang Yan.

“Hal ini karena biaya rumah sakit naik setiap tahunnya sedangkan manfaat asuransi yang kita miliki belum tentu mencukupi jika membutuhkan rawat inap yang panjang,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Dunia Hari Ini 10 April 2022: Longgarkan Aturan, Arab Saudi Buka Kuota Haji hingga 1 Juta Tahun Ini

Update Covid-19 Dunia Hari Ini 10 April 2022: Longgarkan Aturan, Arab Saudi Buka Kuota Haji hingga 1 Juta Tahun Ini

Health | Minggu, 10 April 2022 | 11:11 WIB

Dukung Kebijakan Pembayaran THR 100 Persen, Netty: Pandemi Tak Bisa Lagi Dijadikan Alasan

Dukung Kebijakan Pembayaran THR 100 Persen, Netty: Pandemi Tak Bisa Lagi Dijadikan Alasan

DPR | Minggu, 10 April 2022 | 10:22 WIB

Lansia di Konawe Selatan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Vaksinasi Covid-19

Lansia di Konawe Selatan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Vaksinasi Covid-19

Sulsel | Minggu, 10 April 2022 | 04:44 WIB

Dukung Langkah Pemerintah, MUI Lebak Banten: Vaksinasi Booster Tidak Membatalkan Puasa

Dukung Langkah Pemerintah, MUI Lebak Banten: Vaksinasi Booster Tidak Membatalkan Puasa

Banten | Minggu, 10 April 2022 | 07:35 WIB

Update COVID-19 Jakarta 9 April: Positif 450, Sembuh 679, Meninggal 3

Update COVID-19 Jakarta 9 April: Positif 450, Sembuh 679, Meninggal 3

Jakarta | Sabtu, 09 April 2022 | 21:55 WIB

Ada Penambahan Kasus COVID-19 Sebanyak 1.468 Orang, 104 dari Jawa Tengah

Ada Penambahan Kasus COVID-19 Sebanyak 1.468 Orang, 104 dari Jawa Tengah

Jawa Tengah | Sabtu, 09 April 2022 | 20:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB