Faktor yang Memengaruhi Kekuatan Tulang Anak, Tak Cuma Asupan Kalsium

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 11 April 2022 | 11:58 WIB
Faktor yang Memengaruhi Kekuatan Tulang Anak, Tak Cuma Asupan Kalsium
ilustrasi anak bermain (pexels/luna lovegood/annisazn)

Suara.com - Tulang kuat memiliki peran penting bagi tubuh. Ketika seseorang memiliki tulang yang kuat, tubuh dapat menopang beban dengan baik dan dapat bergerak dengan mudah.

Di sisi lain, tulang yang kuat melindungi jantung, paru-paru, dan otak dari cedera. Selain itu tulang juga menyimpan vitamin dan mineral yang tubuh butuhkan.

Sebaliknya, jika kekuatan tulang tidak terjaga, akan membuatnya mudah patah, dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, bahkan dapat mengakibatkan penurunan tinggi badan.

Massa tulang terus berubah, terutama pada anak-anak dan remaja. Faktanya, tulang baru sedang dibuat dan tulang lama sedang dihancurkan. Akibatnya, beberapa hal dapat mempengaruhi proses ini.

Dilansir dari Very Well Family, berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi kesehatan dan kekuatan tulang yang terbentuk sejak masa anak-anak.

  • Aktivitas Fisik, anak-anak dan remaja yang tidak aktif secara fisik memiliki risiko osteoporosis yang lebih tinggi di kemudian hari daripada teman sebayanya yang lebih aktif.
  • Asupan Kalsium, rendahnya konsumsi kalsium semasa anak-anak dan remaja dapat menyebabkan kepadatan tulang berkurang. Ini juga dapat menyebabkan peningkatan risiko patah tulang dan keropos tulang dini.
  • Gangguan Makan, remaja yang memiliki gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia berisiko mengalami pengeroposan tulang. Terlebih lagi, penyakit Crohn dan penyakit celiac juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh menyerap kalsium.
  • Konsumsi Obat-obatan Tertentu, penggunaan obat tertentu seperti prednison dalam jangka panjang dapat merusak tulang anak. Jadi bicaralah dengan dokter Anda tentang obat-obatan yang dikonsumsi anak dan potensi dampaknya terhadap kesehatan tulang.
  • Ras dan Jenis Kelamin, biasanya, wanita kulit putih dan Asia berada pada risiko terbesar untuk osteoporosis. Terlebih lagi, memiliki anggota keluarga dengan kondisi tersebut juga menempatkan anak pada risiko yang lebih besar. Pastikan Anda mengambil langkah untuk membangun kesehatan tulang anak sejak dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Anak yang Suka Rebahan dan Malas Gerak Lebih Berisiko Mengalami Osteoporosis

Awas, Anak yang Suka Rebahan dan Malas Gerak Lebih Berisiko Mengalami Osteoporosis

Health | Senin, 11 April 2022 | 10:18 WIB

Sebagian Besar Wanita Berisiko Tinggi Alami Masalah Tulang, Kekurangan Vitamin, hingga Penyakit Tiroid

Sebagian Besar Wanita Berisiko Tinggi Alami Masalah Tulang, Kekurangan Vitamin, hingga Penyakit Tiroid

Health | Minggu, 10 April 2022 | 17:41 WIB

Mayat Anonim Ditemukan di Laut Dente Teladas Tulang Bawang, Ini Ciri-cirinya

Mayat Anonim Ditemukan di Laut Dente Teladas Tulang Bawang, Ini Ciri-cirinya

Lampung | Minggu, 10 April 2022 | 11:14 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB