Dikira Saraf Kejepit, Ternyata Pria Ini Idap Masalah Kesehatan Serius yang Tidak Bisa Sembuh!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 15 April 2022 | 10:11 WIB
Dikira Saraf Kejepit, Ternyata Pria Ini Idap Masalah Kesehatan Serius yang Tidak Bisa Sembuh!
Ilustrasi Pria (Pixabay/Alexandra_Koch)

Suara.com - Seorang pria 60 tahun didiagnosis masalah kesehatan serius yang tidak bisa disembuhkan, setelah mengalami saraf kejepit.

Rasa sakitnya semakin parah selama 3 tahun, sehingga seorang ahli saraf mengidentifikasi masalah kesehatan serius itu ketika pria itu kehilangan kendali atas otot-otot wajahnya.

Pria bernama John Roche itu mengaku terkejut didiagnosis menderita masalah kesehatan serius serius yang tidak bisa disembuhkan, yakni Parkinson.

"Saya pikir dengan operasi kecil saja sudah cukup. Saat itu, saya memang tidak tahu Parkinson adalah kondisi neurologis yang sulit disembuhkan," kata John Roche dikutip dari Express.

Karena kondisinya tersebut, John terkadang mengalami tremor, gerakan lambat dan otot-ototnya tidak fleksibel.

Ilustrasi parkinson (shutterstock)
Ilustrasi parkinson (shutterstock)

"Saya yang tadinya hidup normal terasa seperti sudah mati, saya tidak bisa bergerak dan terbujur kaku ketika penyakit ini kambuh," katanya.

Jonh pun hanya berharap orang-orang di sekitarnya tidak mengira dirinya sedang mabuk ketika tiba-tiba tak bisa bergerak di tengah jalan.

John pun harus minum 14 pil obat sehari untuk mengelola gejalanya, tetapi gejala yang dialami juga bervariasi dari waktu ke waktu.

Bahkan, ia pun sempat berpikri tidak akan bisa bermain ski lagi, yang mana semula ia menganggap aktivitas itu ringan.

Tapi, John justru ikut mendirikan Northern Lights, sebuah tim sepak bola untuk penderita Parkinson pada Desember 2019. Saat itu, ia merasa seolah tak percaya banyak orang dengan penyakit Parkinson bisa bermain bola di lapangan.

Dr Beckie Port, kepala komunikasi penelitian di badan amal Parkinson Inggris, mengatakan Parkinson adalah penyakit yang kompleks. Ada lebih dari 40 gejala yang bervariasi dari pembekuan dan kekakuan hingga kecemasan dan masalah tidur.

"Ini mempengaruhi setiap orang secara berbeda dan tidak ada orang yang mengalami gejala sama," kata Dr Port.

Saat ini, belum ada tes khusus untuk mendiagnosis Parkinson maupun pengobatan untuk menghentikan perkembangannya. Tapi, diagnosis Parkinson yang semakin dini, maka semakin cepat pula Anda bisa mengelola gejalanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati, Ini 3 Masalah Kesehatan Jika Terlalu Banyak Makan Buah

Hati-hati, Ini 3 Masalah Kesehatan Jika Terlalu Banyak Makan Buah

Health | Selasa, 12 April 2022 | 13:15 WIB

Hari Parkinson Sedunia: Kenali Penyakit dan Gejala Utamanya

Hari Parkinson Sedunia: Kenali Penyakit dan Gejala Utamanya

Health | Senin, 11 April 2022 | 21:10 WIB

Simak 5 Masalah Kesehatan yang Diakibatkan Perubahan Iklim

Simak 5 Masalah Kesehatan yang Diakibatkan Perubahan Iklim

Health | Minggu, 10 April 2022 | 14:50 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB