Hari Parkinson Sedunia: Kenali Penyakit dan Gejala Utamanya

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 11 April 2022 | 21:10 WIB
Hari Parkinson Sedunia: Kenali Penyakit dan Gejala Utamanya
Ilustrasi penyakit Parkinson (Shutterstock)

Suara.com - Setiap tanggal 11 April tiap tahunnya diperingati Hari Parkinson Sedunia, sekaligus menandai ulang tahun Dr. J Parkinson.

Tujuan diperingatinya hari ini adalah untuk menciptakan kesadaran akan kondisi kesehatan dan memahami penyakit ini secara lebih baik.

Menurut laporan Statistik Penyakit Parkinson, dilansir Times of India, diperkirakan 7 hingga 10 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit Parkinson.

Parkinson merupakan gangguan otak yang menyebabkan tubuh gemetar, kaku, dan kesulitan dalam keseimbangan, berjalan, serta koordinasi.

Penyakit ini terjadi ketika sel-sel saraf di ganglia basal yang mengontrol gerakan terganggu. Biasanya sel-sel saraf ini mengkoordinasi gerakan dalam tubuh melalui zat kimia otak, disebut dopamin.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi lansia. (Sumber: Shutterstock)

Ketika sel-sel saraf ini menjadi rusak atau mati, pelepasan dopamin diperlambat sehingga penderita tidak dapat mengkoordinasikan tubuh, sehingga mereka tidak dapat berjalan, mempertahankan keseimbangan, dan gerakan lainnya.

Gejala utama dari penyakit Parkinson adalah:

  • Tremor di tangan, lengan, kaki, rahang atau kepala
  • Kekauan anggota badan
  • Pergerakan lambat
  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi

Tanda lainnya adalah kehilangan penciuman, sulit tidur, membungkuk, pusing atau pingsan serta suara rendah. Bahkan banyak ahli telah mengaitkan tulisan tangan kecil dengan penyakit Parkinson.

Ketika seseorang mengidap penyakit ini, akan sulit bagi mereka untuk menulis dan perubahan pola penulisan orang tersebut dapat berubah lagi.

Faktor risiko terbesar Parkinson adalah usia, biasanya penyakit ini muncul di usia 60 tahun. Selain itu, laki-laki juga 1,5 lebih mungkin menderita penyakit ini daripada wanita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vladimir Putin Pernah Disebut-sebut Derita Penyakit Parkinson, Begini Penyebab dan Gejalanya!

Vladimir Putin Pernah Disebut-sebut Derita Penyakit Parkinson, Begini Penyebab dan Gejalanya!

Health | Senin, 04 April 2022 | 15:28 WIB

Kondisinya Terlihat Lemah, Vladimir Putin Dirumorkan Idap Kanker Tiroid dan Parkinson

Kondisinya Terlihat Lemah, Vladimir Putin Dirumorkan Idap Kanker Tiroid dan Parkinson

Health | Senin, 04 April 2022 | 13:56 WIB

Ilmuwan Terkejut Serangan Jantung Bisa Menurunkan Risiko Parkinson

Ilmuwan Terkejut Serangan Jantung Bisa Menurunkan Risiko Parkinson

Health | Minggu, 20 Februari 2022 | 12:23 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB