Array

Subvarian BA4 dan BA5 dari Varian Omicron Berisiko Lolos dari Antibodi, Ini Kata Ahli!

Jum'at, 15 April 2022 | 14:31 WIB
Subvarian BA4 dan BA5 dari Varian Omicron Berisiko Lolos dari Antibodi, Ini Kata Ahli!
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Para ilmuwan sedang memantau dua subtipe dari varian Omicron yang disebut sebagai subvarian BA4 dan BA5, yang sudah muncul di beberapa negara.

Sejauh ini, varian Omicron BA2 sudah menyebar menjadi tipe yang paling umum setelah lonjakan kasus subvarian BA1 atau varian Omicron aslinya.

Dalam beberapa minggu terakhir, para peneliti telah mencatat sejumlah kecil urutan dari dua jenis baru varian Omicron yang disebut BA4 dan BA5.

Kedua subtipe baru varian Omicron ini telah terdeteksi di beberapa negara, termasuk Inggris, Denmark dan Botswana. Tapi, sebagian besar kasusnya telah terdeteksi di Afrika Selatan.

Ahli epidemiologi WHO, Dr. Maria Van Kerkhove dalam laporan PBB mengatakan sampai sekarang ini, kurang dari 200 kasus dari keduanya telah diidentifikasi di seluruh dunia.

"Ada kurang dari 200 urutan yang tersedia sejauh ini dan kami berharap ini berubah. Kami melacak virus ini sangat dekat untuk melihat ada peningkatan dalam deteksi kasus atau tidak, tapi kami belum melihat perubahan epidemiologi atau tingkat keparahannya," kata Dr. Maria dikutip dari News Week.

Subtipe BA4 dan BA5 dari varian Omicron mirip dengan subvarian BA2, kecuali dengan beberapa mutasi yang membedakannya.

Ilustrasi varian Omicron [Foto: ANTARA]
Ilustrasi varian Omicron [Foto: ANTARA]

Keduanya memiliki mutasi tambahan di daerah lonjakan mereka, bagian dari virus corona yang digunakan untuk menempel pada sel dan menyebabkan penyakit.

Mutasi tambahan ini dikenal sebagai L452R dan F486V, yang dikaitkan dengan karakteristik yang berpotensi membuat virus lebih mampu keluar dari sistem kekebalan.

Baca Juga: WHO Pantau Dua Varian Omicron BA.4 dan BA.5, Apakah Lebih Menular?

Sebelumnya. mutasi L452R telah ditemukan lebih dulu pada varian Delta. Namun, para ahli mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui dengan pasti bagaimana BA4 dan BA5 akan berperilaku.

Apalagi, keduanya berbeda secara genetik dalam hal lain. Karena itu, kedua diklasifikasikan secara independen satu sama lain.

"Ini adalah garis keturunan baru yang menarik," kata Jeremy Kamil, profesor mikrobiologi dan imunologi di Louisiana State University Health Shreveport.

Jeremy mengatakan keduanya memiliki mutasi yang berpotensi bersaing dengan garis keturunan lainnya.

"Satu yang paling menarik dan memprihatinkan bagi saya adalah mutasi spike F486V. Asam amino ini bisa menghindari banyak antibodi penetralisir luas yang dimilik orang yang dapat melindungi dari beberapa varian virus corona," katanya.

Di sisi lain, Alex Sigal, seorang ahli virologi di Institut Penelitian Kesehatan Afrika dan profesor di Universitas KwaZulu-Natal, mengatakan semua orang tidak perlu mengkhawatirkan perubahan virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI