Perempuan Ini DIdiagnosis Mengalami Sexomnia, Apa Itu?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Sabtu, 16 April 2022 | 19:15 WIB
Perempuan Ini DIdiagnosis Mengalami Sexomnia, Apa Itu?
Ilustrasi orgasme. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang perempuan yang dilaporkan menderita sexsomnia telah mengungkapkan bagaimana kondisi tersebut dapat menyebabkan beberapa masalah yang kerap datang setiap malam.

Kondisi yang sebagian besar tidak diketahui ini mirip dengan tidur sambil berjalan, tetapi melibatkan tindakan seks.

Dilansir dari NY POst, sebagai jenis parasomnia yang langka, gangguan tidur sexsomnia dapat menyebabkan berbagai perilaku.

Orang-orang dengan kondisi ini diketahui melakukan masturbasi, membuat vokalisasi seksual, menyentuh pasangan, dan bahkan mengalami orgasme spontan. Semuanya dilakukan saat tidur.

Beberapa bahkan memulai hubungan intim dengan pasangan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017, hanya 17 kasus yang dilaporkan dari 16.000 pasien yang diteliti.

Ilustrasi orgasme. [Shutterstock]
Ilustrasi orgasme. [Shutterstock]

Studi yang sama juga menemukan bahwa pada 47 persen pasien, ada riwayat tidur berjalan dan/atau teror malam.

Kebanyakan orang yang menderita kondisi ini tidak akan mengingat apapun yang mereka lakukan atau katakan pada malam hari setelah bangun tidur.

Beberapa sexsomniacs mungkin juga bangun dengan perasaan bingung.

Seorang wanita, Morgan Mandriota, memberi tahu Well+Good bahwa dia mengalami episode di rumah seorang teman – tetapi tidak tahu apa yang telah terjadi.

Saat tinggal bersama seorang teman, Mandriota mengerang begitu keras dalam tidurnya, itu membangunkan seluruh keluarga temannya - membuat mereka percaya bahwa Mandriota dan temannya sedang berhubungan seks.

Wanita itu bangun keesokan harinya tanpa petunjuk apa pun telah terjadi.

Baru pada malam berikutnya ketika temannya mengirim sms kepadanya, Mandriota tahu dia membuat suara.

Penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor dapat berkontribusi pada kondisi tersebut, termasuk stres, kurang tidur, dan bahkan kelelahan.

Beberapa sexsomniacs mengalami efek gangguan lebih sering daripada yang lain. Mandriota, misalnya, mengatakan bahwa dia bangun beberapa kali melakukan masturbasi setiap bulan.

Meskipun kondisinya sangat langka, kondisi ini dapat dikelola.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susah Tahan Lama di Ranjang? Terapkan 5 Cara Ini saat Berhubungan Seks!

Susah Tahan Lama di Ranjang? Terapkan 5 Cara Ini saat Berhubungan Seks!

Health | Jum'at, 15 April 2022 | 19:30 WIB

Dibanding Lari di Atas Treadmill, Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Selama Berhubungan Seks?

Dibanding Lari di Atas Treadmill, Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Selama Berhubungan Seks?

Health | Kamis, 14 April 2022 | 21:30 WIB

Begini 4 Cara agar Lebih Percaya Diri saat Berhubungan Intim

Begini 4 Cara agar Lebih Percaya Diri saat Berhubungan Intim

Lifestyle | Kamis, 14 April 2022 | 21:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB