Makan Kinder Joy, Bocah 3 Tahun Dilarikan ke Rumah Sakit karena Dugaan Infeksi Salmonella

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 17 April 2022 | 15:29 WIB
Makan Kinder Joy, Bocah 3 Tahun Dilarikan ke Rumah Sakit karena Dugaan Infeksi Salmonella
Surprise egg kinderjoy. (Pixabay/rebeccaspictures)

Suara.com - Cokelat 'Kinder' yang diduga terkontraminasi bakteri Salmonella kembali memakan korban. Kali ini, terjadi pada seorang anak laki-laki asal Wales, Inggris.

Billy Way (3) dilarikan ke Rumah Sakit Anak Noah's Ark setelah diduga menderita keracunan Salmonella dari cokelat telur 'Kinder'.

Sang ibu, Kasey Cooke (26), mengatakan dokter sampai khawatir putranya jatuh koma karena penurunan besar pada kadar gula darahnya, lapor The Sun.

Insiden ini terjadi beberapa hari setelah perusahaan induk produk tersebut, Ferrero, mengeluarkan peringatan mendesak untuk menarik kembali sejumlah Kinder Surprise dari toko karena dugaan kontaminasi Salmonella pada awal April lalu.

Billy mulai mengalami gejala infeksi dan tidak bisa bangun dari tempat tidur beberapa hari setelah makan sebungkus telur Kinder Surprise.

Billy saat dirawat (Facebook/Kasey Cooke)
Billy saat dirawat (Facebook/Kasey Cooke)

Sebelumnya, kondisi ini telah terjadi pada 63 orang lainnya di Inggris, sebagian besar anak-anak.

"Dia (Billy) tidak bisa menahan apa pun dan bahkan kakinya tidak bisa menahan beban tubuhnya. Dokter khawatir dia bisa koma karena gula darahnya sangat rendah. Saya ketakutan," ungkap Kasey.

Kasey mengatakan bahwa Billy terlihat pucat, mulutnya kering, di bawah matanya terlihat hitam dan cekung. Bahkan, putranya tidak dapat duduk selama seminggu.

Kasey menduga putranya terinfeksi Salmonella karena gejalanya mirip, terlebih dengan adanya pembertahuan tentang penarikan produk dari pasaran.

"Para dokter melakukan sampel tinja dan mereka menemukan bakteri di kotorannya, itulah sebabnya mereka mengira itu salmonella," sambungnya.

Kasey dan kedua putranya (Facebook/Kasey Cooke)
Kasey dan kedua putranya (Facebook/Kasey Cooke)

Billy dirawat di rumah sakit selama 4 hari dan ia keluar pada 7 April. Kini, ia masih dalam masa pemulihan.

Atas kejadian ini, Kasey menjadi trauma dan tidak akan membiarkan Billy serta kakaknya yang berusia 5 tahun, Ajay, memakan Kinder lagi.

Ia juga telah mengirim email ke pihak perusahaan untuk meminta kompensasi.

"Saya rasa putra saya harus diberi kompensasi. Dia menghabiskan hampir seminggu di rumah sakit dan kehilangan berat badannya karena tidak makan apa pun selama 7 hari," imbuhnya.

Menanggapi email Kasey, juru bicara Ferrero mengaku sangat menyesal atas kejadian yang menimpa Billy. Saat ini, perusahaan sedang bekerja sama dengan otoritas keamanan pangan untuk menyelidiki kasus kontaminasi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Cemari Produksi Telur Cokelat Kinder, Prof Zubairi Jelaskan Apa Itu Bakteri Salmonella dan Cara Pencegahannya

Diduga Cemari Produksi Telur Cokelat Kinder, Prof Zubairi Jelaskan Apa Itu Bakteri Salmonella dan Cara Pencegahannya

Health | Minggu, 17 April 2022 | 14:28 WIB

Ditarik dari Pasaran, Hasil Uji Sampel Produk Kinder Diumumkan Pekan Ketiga April

Ditarik dari Pasaran, Hasil Uji Sampel Produk Kinder Diumumkan Pekan Ketiga April

Lampung | Kamis, 14 April 2022 | 13:31 WIB

Dugaan Kontaminasi Bakteri Salmonella dalam Kinder Joy: Ketahui Gejala Infeksinya!

Dugaan Kontaminasi Bakteri Salmonella dalam Kinder Joy: Ketahui Gejala Infeksinya!

Health | Rabu, 13 April 2022 | 18:23 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB