BPOM AS Telah Mengizinkan Penggunaan Alat Tes Napas untuk Deteksi Covid-19, Hasilnya Keluar 3 Menit

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 19 April 2022 | 11:11 WIB
BPOM AS Telah Mengizinkan Penggunaan Alat Tes Napas untuk Deteksi Covid-19, Hasilnya Keluar 3 Menit
Ilustrasi covid-19. (Pexels)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah memberi izin peggunanaan tes napas untuk mendeteksi Covid-19, disebut InspectIR Covid-19 Breathalyzer.

Ini adalah satu-satunya alat tes napas yang dizinkan oleh FDA dan dapat memberi hasil hanya dalam waktu tiga menit.

InspectIR Covid-19 Breathalyzer diizinkan penggunaannya di kantor dokter, rumah sakit dan situs pengujian seluler,.

"FDA terus mendukung pengembangan tes Covid-19 baru dengan tujuan untuk memajukan teknologi yang dapat membantu mengatasi pandemi, tulis FDA dalam sebuah laporan.

Meski begitu, FDA tetap menyarankan untuk melakukan tes PCR sebagai alat tes diagnostik apabila terbukti positif saat tes InspectIR Covid-19 Breathalyzer.

InspectIR COVID-19 Breathalyzer (YouTube)
InspectIR COVID-19 Breathalyzer (YouTube)

Cara penggunaan tes InspectIR Covid-19 Breathalyzer

Untuk tes ini, orang-orang harus bernapas ke dalam tabung yang terhubung ke alat tes. Dalam kurun waktu tiga menit, hasilnya sudah keluar.

Alat tes ini hanya dilakukan oleh tenaga medis terlatih berkualifikasi dan di bawah pengawasan penyedia layanan kesehatan.

Menurut laporan Health, alat tes ini bekerja dengan mencari keberadaan senyawa kimia dalam napas yang terkait dengan SARS-CoV-2.

Menggunakan teknik kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS), alat tes akan memisahkan dan mengidentifikasi lima Volatile Organic Compound (VOC) yang dapat muncul dalam napas ketika seseorang terinfeksi Covid-19.

Alat akan memberikan hasil positif dugaan apabila terdapat penanda tersebut di dalam napas. Tetapi ini belum final, karena orang tersebut harus menjalani tes PCR untuk mengonfirmasi.

Tetapi, mendapat hasil negatif juga bukan sepenuhnya orang tersebut tidak terinfeksi.

"Hasil negatif harus mempertimbangkan konteks paparan pasien saat itu, riwayat dan adanya tanda atau gejala klinis yang berhubungan dengan Covid-19," sambung FDA.

Jadi, alat tes tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk memutuskan pengobatan, termasuk keputusan pengendalian infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM AS: Alat Tes Swab Covid-19 Mandiri Meningkatkan Risiko Cedera

BPOM AS: Alat Tes Swab Covid-19 Mandiri Meningkatkan Risiko Cedera

Health | Selasa, 22 Maret 2022 | 13:46 WIB

Unggah Foto Alat Tes Dua Garis, Akun ini Jadi Viral, Publik Bingung: Positif Hamil atau Covid-19?

Unggah Foto Alat Tes Dua Garis, Akun ini Jadi Viral, Publik Bingung: Positif Hamil atau Covid-19?

Hits | Jum'at, 11 Maret 2022 | 14:47 WIB

Nindy Ayunda Tampil Nyentrik dengan Anting dari Alat Tes Swab, Netizen Beri Pujian: Unik Banget

Nindy Ayunda Tampil Nyentrik dengan Anting dari Alat Tes Swab, Netizen Beri Pujian: Unik Banget

Riau | Jum'at, 25 Februari 2022 | 19:50 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB