Kumpul Bersama Sanak Saudara di Kampung Halaman, Satgas COVID-19 Ingatkan Tetap Pakai Masker

M. Reza Sulaiman

Rabu, 20 April 2022 | 18:57 WIB
Kumpul Bersama Sanak Saudara di Kampung Halaman, Satgas COVID-19 Ingatkan Tetap Pakai Masker
Ilustrai lebaran. (Pexels/mentatdgt)

Suara.com - Kumpul bersama sanak saudara di kampung halaman merupakan agenda utama merayakan Hari Raya Idulfitri. Di momen bahagia tersebut, Satgas COVID-19 mengingatkan untuk terus melakukan protokol kesehatan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada dan disiplin menegakkan protokol kesehatan (Prokes) dalam setiap kesempatan, terutama saat merayakan Idul Fitri 1443 H. Pada masa ini, juga terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang mudik ke kampung halaman yang akan berdampak pada meningkatnya potensi penularan dari interaksi pemudik saat bersilaturahmi.

"Saya ingin kembali mengingatkan bahwa kita masih perlu untuk tetap waspada dengan senantiasa menegakkan disiplin protokol kesehatan dalam setiap aktivitas yang kita jalani," kata Prof Wiku dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19.

Sangat diharapkan dalam lebaran tahun ini, masyarakat seharusnya sudah belajar banyak dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya. Karena, kenaikan kasus kerap terjadi setelah periode libur panjang. Bahkan, akibatnya akan terjadinya gelombang kasus yang sejauh ini sudah terjadi sebanyak 3 kali di Indonesia. Dan semuanya terjadi paska periode libur panjang.

Ilustrasi Lebaran. (Pexels)
Ilustrasi Lebaran. (Pexels)

Setidaknya terdapat 3 hal yang menjadi dasar kehati-hatian yang harus dipahami masyarakat. Pertama, kegiatan silaturahmi saat Idul Fitri nanti, banyak melibatkan interaksi dengan kelompok rentan. Seperti kelompok lansia, anak-anak, dan penderita komorbid.

Kedua, risiko lebih besar untuk terpapar virus bagi masyarakat setelah perjalanan jauh, serta mengunjungi fasilitas umum dengan kepadatan tinggi. Ketiga, keberadaan kasus tanpa gejala akan menjadi sumber penularan.

Sementara, pada masa lebaran tahun ini, masyarakat memiliki tanggung jawab lebih dalam mencegah penularan. Apalagi, Pemerintah telah melakukan penyesuaian kebijakan tidak lagi membatasi mobilitas masyarakat. Sehingga potensi peningkatan mobilitas masyarakat diprediksi terjadi dalam jumlah yang besar.

Untuk itu, masyarakat juga diharapkan melihat lagi pada pengalaman dari 3 lonjakan kasus yang lalu. Bahkan, lonjakan kasus tetap terjadi meskipun telah diterapkan kebijakan pembatasan mobilitas selama periode libur panjang, termasuk Idul Fitri di tahun sebelumnya.

Lebih jelasnya, pada gelombang pertama paska periode Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Kasus positif melonjak hingga 3 kali lipat dengan puncaknya 14.500 kasus per hari. Diikuti lonjakan kematian berkisar 500 kasus per hari. Pada gelombang kedua, paska periode Idul Fitri pada Mei 2021, dan di tengah adanya varian Delta.

baca juga

Kasus positif melonjak sangat tajam hingga pada 15 Juli 2021, kasus harian mencapai titik puncaknya hingga 57 ribu kasus per hari. Kenaikan kasus kematian juga mengikuti dengan kenaikan tertinggi mencapai lebih dari 2 ribu kasus per hari. "Baik angka kasus positif dan kematian di masa gelombang kedua ini, mencapai 4 kali lipat lebih tinggi dibanding puncak gelombang pertama," tegas Wiku.

Sementara, gelombang ketiga terjadi pasca periode Natal dan Tahun Baru 2022, di tengah adanya varian Omicron. Penambahan kasus positif mencapai puncaknya pada 16 Februari 2022 dengan 65 ribu kasus per hari. Bahkan angka ini melebihi rekor pada puncak gelombang dua.

Yang sangat disayangkan, sebelumnya selama 4 bulan berturut-turut kasus terus melandai hingga titik terendah. Hanya saja, dibandingkan gelombang 1 dan 2, angka kematian tidak melonjak sebesar kedua gelombang sebelumnya.

Melihat pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, faktanya bahwa kasus masih bisa melonjak meskipun telah melandai cukup lama. Bahkan adanya penyesuaian kebijakan yang berbeda di tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Dari pengalaman ini juga, harus masyarakat dan berbagai pihak lainnya harus senantiasa berupaya agar kasus yang sudah berhasil ditekan saat ini, tidak naik lagi bahkan hingga memicu gelombang baru.

Masyarakat diharapkan tidak lupa bahwa saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19. Tentunya, meningkatkan kewaspadaan dengan lebih berhati-hati dan jangan sampai merasa terlampau aman. Sehingga masyarakat malah melakukan hal-hal berisiko yang dapat menyebabkan lonjakan kasus.

Masyarakat diharapkan tetap bertanggung jawab dan disiplin memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan, menjadi kunci utama agar virus tidak meluas saat masa lebaran tahun ini.

"Ingat, meskipun vaksin dapat menjaga kita dari keparahan gejala, risiko perawatan di rumah sakit, hingga kematian, namun virus yang ada di tubuh kita masih berpotensi menulari orang lain," imbau Wiku.

"Mari kita cegah agar jangan sampai kita terpapar virus sama sekali, dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan. Mudik aman, jangan bawa virus pulang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 12:27 WIB

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 Sebanyak 18 Hari dan Cuti Bersama 8 Hari

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 Sebanyak 18 Hari dan Cuti Bersama 8 Hari

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:15 WIB

Kala Hati Mengajak Pulang: Perjalanan Nyoman Nadiana Membangun Desa Les

Kala Hati Mengajak Pulang: Perjalanan Nyoman Nadiana Membangun Desa Les

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Keutamaannya

Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Keutamaannya

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:31 WIB

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:42 WIB

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB

Lebaran Berkah! BI Ramal Penjualan Eceran Maret 2026 Melesat 9,3 Persen

Lebaran Berkah! BI Ramal Penjualan Eceran Maret 2026 Melesat 9,3 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:21 WIB

Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%

Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:10 WIB

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:48 WIB

Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng

Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng

News | Sabtu, 11 April 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

5 HP Tecno Kamera 108 MP Paling Murah, RAM Besar untuk Multitasking

5 HP Tecno Kamera 108 MP Paling Murah, RAM Besar untuk Multitasking

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:56 WIB

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

×