Mantan Jubir Covid-19 Achmad Yurianto Dirawat Intensif Karena Kanker Usus, Begini Kondisinya Saat Ini

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 25 April 2022 | 12:19 WIB
Mantan Jubir Covid-19 Achmad Yurianto Dirawat Intensif Karena Kanker Usus, Begini Kondisinya Saat Ini
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Youtube BNPB Indonesia)

Suara.com - Mantan Juru Bicara Satgas Covid-19, Achmad Yurianto baru-baru ini dikabarkan mengidap kanker usus. Ia saat ini tengah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Dikonfirmasi Kepala RSPAD Gatot Soebroto Letjen TNI dr. Albertus Budi Sulistya, bahwa saat ini Yurianto sedang mendapatkan perawatan komprehensif dari berbagai dokter di RSPAD.

"Perawatan ini dilakukan secara komprehensif mulai dari dokter digesif, dokter neurologi, dokter saraf, dokter gizi, dokter penyakit dalam, kesimpulannya dilakukan secara tim lah," ujar dr. Budi saat dihubungi suara.com, Senin (25/4/2022).

Dokter digestif adalah dokter spesialis bedah yang mengkhususkan diri pada ares sistem pencernaan. Dokter neurologi adalah bertugas mendiagnosis atau mengobati masalah sistem saraf, seperti otak, otot saraf tepi dan tulang saraf.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Youtube BNPB Indonesia)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Youtube BNPB Indonesia)

Ia mengatakan saat ini Yurianto sedang menjalani perawatan yang cukup serius, selama 8 hari dalam kondisi yang harus bed rest atau istirahat total tidak boleh pergi kemana-mana.

Meski begitu, kata dr. Budi, ini bukan pertama kalinya Yurianto menjalani perawatan intensif, sebelumnya juga pernah lebih dari seminggu menjalani perawatan yang sama.

"Nggak (perawatan terlama) juga sih, karena ada yang lebih lama lagi, seminggu pernah, namun memang kondisinya baik hingga dapat kembali ke rumah dan melakukan aktivitas," ungkap dr. Budi.

Saat menjalani perawatan, mantan Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu didampingi oleh keluarga, istri dan anak-anaknya.

Lebih jauh saat dikonfirmasi kebenaran Yurianto mengidap kanker usus, dr. Budi enggan menjelaskan lebih jauh.

"(Kanker usus?) loh (wartawan) lebih tahu dari saya, itu informasi bukan dari saya loh ya," tutupnya.

Kanker usus besar adalah tumor ganas di usus besar, dengan gejala utama berupa perubahan pola buang air besar secara terus-menerus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan Baru! Obat Ini Terbukti Bikin Kanker Usus Menyusut Hingga 50 Persen

Temuan Baru! Obat Ini Terbukti Bikin Kanker Usus Menyusut Hingga 50 Persen

Health | Selasa, 29 Maret 2022 | 15:59 WIB

Cek Sekarang! Feses Saat BAB Berubah Warna Ini Bisa Jadi Tanda Utama Kanker Usus

Cek Sekarang! Feses Saat BAB Berubah Warna Ini Bisa Jadi Tanda Utama Kanker Usus

Health | Jum'at, 25 Maret 2022 | 09:49 WIB

Sebarapa Padat Feses Kamu Saat BAB? Bisa Jadi Tanda Kanker Usus

Sebarapa Padat Feses Kamu Saat BAB? Bisa Jadi Tanda Kanker Usus

Health | Kamis, 24 Maret 2022 | 18:10 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB